<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757</id><updated>2011-11-27T16:25:11.066-08:00</updated><category term='Pemeliharaan Panel'/><category term='Ilmu Bahan Listrik'/><category term='Hemat Eneregi'/><category term='rangkain listrik'/><category term='Transformator'/><category term='Download'/><category term='PUIL 2000'/><category term='Mesin Listrik'/><category term='Dasar Listrik'/><category term='Analisis STL'/><title type='text'>Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik</title><subtitle type='html'>Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-1188242671350170563</id><published>2011-04-09T01:41:00.001-07:00</published><updated>2011-04-09T01:41:40.525-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>PLN Gratiskan Biaya Tambah Daya Listrik</title><content type='html'>Magelang, CyberNews. Untuk mencukupi tambahan kebutuhan listrik masyarakat, PT PLN menggelar program tambah daya listrik gratis. Program ini berlangsung mulai awal Maret sampai bulan Juni 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat program ini, masyarakat yang ingin menaikkan daya listriknya dari 450 VA dan 900 VA ke 1.300 VA sampai 2.200 VA tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Tidak ada pembatasan jumlah pelanggan PLN yang boleh mengikuti program baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Borobudur, Irwan Handri Rahmadi mengatakan, semakin banyak peralatan rumah tangga yang menggunakan energi listrik. Selain itu, masyarakat kini juga banyak yang memiliki alat elektornik seperti televisi dan tape lebih dari satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat kebutuhan masyarakat akan energi listrik semakin besar. "Dari pada mencuri listrik sekarang kami buka program tambah daya gratis. Ini akan menguntungkan semua pihak," kata Irwan, Minggu (6/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kata dia, biaya tambah daya listrik dianggap masih mahal. Tambah daya dari 900 VA menjadi 1.300 VA diperlukan biaya Rp 300.000 sedangkan untuk menjadi 2200 VA dibutuhkan biaya Rp 975.000. "Lewat program ini tak ada biaya sama sekali," tegas dia.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client = "pub-3529605718322717";google_ad_width = 468;google_ad_height = 60;google_ad_format = "468x60_as";google_ad_type = "text";google_ad_channel ="";google_color_border = "FFFFFF";google_color_bg = "FFFFFF";google_color_link = "000066";google_color_url = "FFFFFF";google_color_text = "000000";//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;                            &lt;/script&gt;&lt;/div&gt;Irwan mengatakan program ini berlaku untuk pelanggan PLN dengan semua jenis tarif. Selama empat bulan program berjalan, UPJ Borobudur menargetkan sebanyak-banyaknya pelanggan. Diharapkan hal ini akan mampu menekan angka pencurian arus listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan yang mengikuti program tambah daya gratis ini akan diberi bonus berupa KWH-meter digital. Alat canggih ini akan menggantikan KWH-meter manual yang selama ini digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( MH Habib Shaleh / CN14 / JBSM )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-1188242671350170563?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/1188242671350170563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/pln-gratiskan-biaya-tambah-daya-listrik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/1188242671350170563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/1188242671350170563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/pln-gratiskan-biaya-tambah-daya-listrik.html' title='PLN Gratiskan Biaya Tambah Daya Listrik'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-2826847050744366132</id><published>2011-04-09T01:40:00.001-07:00</published><updated>2011-04-09T01:40:34.813-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>Tunggakkan Listrik Capai 7,5 Miliar Tiap Bulan</title><content type='html'>Tegal, CyberNews. Jumlah tunggakkan pembayaran listrik di Area Pelayanan Jaringan (APJ) PLN Tegal hingga kini masih tergolong tinggi. Rata-rata dalam satu bulan jumlah pelanggan yang menunggak pembayaran sekitar 150.000 pelanggan dengan jumlah nilai tunggakan mencapai Rp 7,5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client = "pub-3529605718322717";google_ad_width = 468;google_ad_height = 60;google_ad_format = "468x60_as";google_ad_type = "text";google_ad_channel ="";google_color_border = "FFFFFF";google_color_bg = "FFFFFF";google_color_link = "000066";google_color_url = "FFFFFF";google_color_text = "000000";//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;                            &lt;/script&gt;&lt;/div&gt;Hal itu disampaikan Manager APJ PLN Tegal, Nanang S Isnandi disela-sela mengecek peralatan milik biro teknik listrik (BTL) saat apel siaga yang dilaksanakan di halaman depan Gedung Olah Raga (GOR) Wisanggeni, Kota Tegal, Kamis (10/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, jumlah pelanggan di APJ PLN Tegal yang meliputi 10 unit pelayanan jaringan (UPJ) tersebar di Kota/Kabupaten Tegal, Brebes dan Pemalang sekitar 840.000 pelanggan. Dari jumlah tersebut pemasukan PLN mencapai Rp 60  miliar/bulan dan jumlah tunggakkan sekitar 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanang mengemukakan, untuk mengurangi jumlah tunggakan pihaknya kini terus melakukan sosialisasi dan menggalakkan pemasangan listrik prabayar. Selain itu, pihaknya kini juga menggalakkan penambahan daya tanpa dipungut biaya. Oleh  karena itu, apabila masyarakat menemukan adanya oknum yang meminta uang secepatnya diminta untuk melapor ke PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Wawan Hudiyanto / CN14 / JBSM )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-2826847050744366132?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/2826847050744366132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/tunggakkan-listrik-capai-75-miliar-tiap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/2826847050744366132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/2826847050744366132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/tunggakkan-listrik-capai-75-miliar-tiap.html' title='Tunggakkan Listrik Capai 7,5 Miliar Tiap Bulan'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-8572142971582281949</id><published>2011-04-09T01:39:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T01:39:11.338-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>Gangguan Pasokan Listrik PLN Dikeluhkan</title><content type='html'>Kudus, CyberNews. Gangguan pasokan listrik dari PLN dalam beberapa hari terakhir ini sering dikeluhkan para  pelanggan. Hal itu biasanya terjadi saat Kota Keretek itu diguyur hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah seorang pelanggan di Kecamatan Kota, Nurokhim, situasi seperti itu dipastikan menimbulkan ketidaknyamanan. Apabila, hal tersebut dikaitkan dengan berbagai aktivitas yang menggantungkan dari energi listrik. "Setiap turun hujan, kami selalu khawatir listrik akan padam," katanya, Selasa (22/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pekan ini saja, dua kali di wilayahnya kondisi tersebut terjadi. Bila menyangkut sarana kelistrikan yang rusak, pihaknya mengharapkan agar hal tersebut dapat segera diperbaiki atau diantisipasi agar tidak terjadi lagi. Jadi, gangguan seperti itu diharapkan tidak "mentradisi" setiap musim penghujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggantian Komponen Kelistrikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer PLN Kudus Kota, Ahmad Mustaqir menyatakan, pada saat musim penghujan yang disertai dengan angin kencang, sejumlah jaringan memang rawan gangguan. Hal itu terkait sejumlah sarana dan prasarana baik yang secara usia penggunaan, maupun jenisnya sangat rentan gangguan pada kondisi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client = "pub-3529605718322717";google_ad_width = 468;google_ad_height = 60;google_ad_format = "468x60_as";google_ad_type = "text";google_ad_channel ="";google_color_border = "FFFFFF";google_color_bg = "FFFFFF";google_color_link = "000066";google_color_url = "FFFFFF";google_color_text = "000000";//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;                            &lt;/script&gt;&lt;/div&gt;"Misalnya kabel yang bukan dari jenis tertutup (AAACS) serta trafo," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya, berbagai komponen tersebut memang harus diganti. Hingga saat ini, proses penggantian sarana kelistrikan masih terus dilakukan. Satu hal yang pasti, saat terjadi gangguan pihaknya akan berusaha memperbaikinya dengan menerjunkan personel di lapangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-8572142971582281949?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/8572142971582281949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/gangguan-pasokan-listrik-pln-dikeluhkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/8572142971582281949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/8572142971582281949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/gangguan-pasokan-listrik-pln-dikeluhkan.html' title='Gangguan Pasokan Listrik PLN Dikeluhkan'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-628031929744069948</id><published>2011-04-09T01:37:00.001-07:00</published><updated>2011-04-09T01:37:54.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>Pembayaran Drive Thru Sepi Peminat</title><content type='html'>Kudus, CyberNews. Pembayaran listrik dengan menggunakan sistem drive thru di PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Kudus, masih sepi peminat. Sejak dioperasiokan 28 Desember 2010, tidak banyak yang memanfaatkan layanan baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer PLN UPJ Kudus Kota, Ahmad Mustaqir, mengemukakan hal itu Jumat (7/1). Ditambahkannya, awalnya pihaknya berharap sistem pembayaran seperti itu akan dapat memberikan varian pelayanan kepada pelanggan listrik di wilayahnya. "Sistem tersebut memang diperuntukkan untuk pelanggan pemilik mobil yang akan membayar rekening listriknya," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client = "pub-3529605718322717";google_ad_width = 468;google_ad_height = 60;google_ad_format = "468x60_as";google_ad_type = "text";google_ad_channel ="";google_color_border = "FFFFFF";google_color_bg = "FFFFFF";google_color_link = "000066";google_color_url = "FFFFFF";google_color_text = "000000";//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;                            &lt;/script&gt;&lt;/div&gt;Namun begitu, hingga saat sekarang rupanya sistem drive thru belum masih terlalu 'asing' bagi sebagian besar pelanggan. Buktinya, dalam sehari jumlah pelanggan yang memanfaatkan sarana tersebut tidak lebih dari lima orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, lokasi drive thru sebenarnya cukup strategis, yakni mengarah langsung ke jantung kota Keretek. Pengguna jalan yang melewati Kudus-Pati dan memilih jalur tengah atau dalam kota, dipastikan melewati lokasi tempat drive thru berada. "Memang masih minim," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, beberapa waktu yang lalu pihaknya mendapati ada pelanggan yang menggunakan mobil namun tidak membayar melalui drive thru. Meskipun mobil pelanggan sudah memasuki rute drive thru, tetapi mereka tetap menggunakan 'jalur biasa'. "Terkadang masih ada yang seperti itu," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan Pembayaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa mendatang, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi kepada pelanggan terkait keberadaan sistem layanan itu.  Paling tidak, apa yang dilakukan akan dapat menambah pilihan bagi pelanggan untuk dapat memenuhi kewajibannya. "Kami menawarkan kepraktisan, khususnya bagi pelangan yang memiliki mobil," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan, melalui pembenahan yang ada, dalam enam bulan mendatang jumlah pelanggan yang akan memanfaatkannya bertambah banyak. Selama kurun waktu tersebut, berbagai upaya sosialisasi akan dilakukan melalui media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Drive thru lebih diartikan sebagai upaya untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan yang saat ini mencapai 210 ribu pelanggan. Kami ingin mempermudah pembayaran selain dengan sistem yang telah ada, baik melalui loket maupun PPOB,"  tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Anton WH / CN27 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-628031929744069948?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/628031929744069948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/pembayaran-drive-thru-sepi-peminat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/628031929744069948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/628031929744069948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/pembayaran-drive-thru-sepi-peminat.html' title='Pembayaran Drive Thru Sepi Peminat'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-3658417736135658574</id><published>2011-04-09T01:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T01:36:27.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>Masyarakat Semarang Menunggu Menit-menit Earth Hour</title><content type='html'>Semarang, Cybernews. Masyarkat Semarang yg memenuhi taman mentri supeno dan sepanjang Jalan Pahlawan masih menunggu menit-menit Earth Hour, yakni pemadaman lampu selama 1 jam, program ini untuk mengkampanyekan hemat energi global yg dicanangkan lewat Global Earth Hour diseluruh dunia&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client = "pub-3529605718322717";google_ad_width = 468;google_ad_height = 60;google_ad_format = "468x60_as";google_ad_type = "text";google_ad_channel ="";google_color_border = "FFFFFF";google_color_bg = "FFFFFF";google_color_link = "000066";google_color_url = "FFFFFF";google_color_text = "000000";//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;                            &lt;/script&gt;&lt;/div&gt;Di Semarang merupakan yang pertama kalinya menyelenggarakan tradisi Earth Hour, setelah tahun tahun sebelumnya terjadi dijakarta. Kampanye ini tujuannya untuk membudayakan masyarakat menggunakan listrik seperlunya. karena hal itu ternyata bisa mengurangi energi, seperti tahun 2010 lalu bisa menghemat sampai 300 megawatt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheklist dari pelaksanaan pemadaman adalah mematikan lmpu jalanan selama 1 jam disekitar simpag lima , tugu muda, Jl pahlawan, tmn mentri supeno, Masjid Agung Jawa Tengah (majt). Pelaksaannya bersifat hanya himbaunan bagi masyarakat dan tidak ada paksaan dan bisa menghindari kejahatan, atau tidak merugikan bisnis seperti mall, hotel dll. Diharapkan Earth Hour di Semarang ini akan dihadiri oleh wali kota soemarmo HS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Bambang Isti / CN27 / JBSM )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-3658417736135658574?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/3658417736135658574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/masyarakat-semarang-menunggu-menit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3658417736135658574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3658417736135658574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/masyarakat-semarang-menunggu-menit.html' title='Masyarakat Semarang Menunggu Menit-menit Earth Hour'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-1452528745090643486</id><published>2011-04-09T01:35:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T01:35:24.573-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>Ratusan Ribu Pelanggan Migrasi ke Listrik Prabayar</title><content type='html'>Semarang, CyberNews. PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY mencatat 115 ribu pelanggannya melakukan migrasi ke listrik prabayar. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah menyusul digratiskannya biaya tambah daya tersambung 450VA dan 900VA menjadi 1.300VA atau 2.200VA termasuk gratis migrasi dari listrik pascabayar menjadi prabayar.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client = "pub-3529605718322717";google_ad_width = 468;google_ad_height = 60;google_ad_format = "468x60_as";google_ad_type = "text";google_ad_channel ="";google_color_border = "FFFFFF";google_color_bg = "FFFFFF";google_color_link = "000066";google_color_url = "FFFFFF";google_color_text = "000000";//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;                            &lt;/script&gt;&lt;/div&gt;General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY Denny Pranoto mengungkapkan, hingga 9 Maret lalu, program yang berlangsung hingga Juni mendatang ini sudah dimanfaatkan oleh 1.551 pelanggan. Komposisi paling besar dari pelanggan ini adalah perubahan dari 450 VA menjadi 1.300 VA sebanyak 570 atau 37%. Hingga saat ini tercatat dari 7,6 juta pelanggan, sebanyak 6,9 juta diantaranya merupakan pelanggan 450VA dan 900VA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berharap dengan gratis naik daya ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya karena normalnya akan dikenai biaya Rp 750 untuk setiap VA-nya. Semisal dari 900VA ke 1.300VA maka akan terjadi penghematan 400VA dikalikan Rp 750," jelas Denny, Kamis (10/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program tambah daya gratis ini digulirkan karena banyaknya gangguan MCB yang dikeluhkan pelanggan akibat seringnya pemakaian daya yang melebihi batas daya tersambung. Selain itu juga masih banyak pelanggan yang ingin menambahkan daya tetapi terkendala oleh besarnya biaya penyambungan. Lewat sistem prabayar maka pelanggan bisa mengendalikan sendiri penggunaan listriknya dan tidak perlu khwatir terhadap kesalahan pencatatan meter.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-1452528745090643486?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/1452528745090643486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/ratusan-ribu-pelanggan-migrasi-ke.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/1452528745090643486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/1452528745090643486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/ratusan-ribu-pelanggan-migrasi-ke.html' title='Ratusan Ribu Pelanggan Migrasi ke Listrik Prabayar'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-6730005801978187168</id><published>2011-04-09T01:32:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T01:32:47.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>Listrik Prabayar Bisa Tekan Biaya Bulanan Rusunami</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com - Paul Marpaung, Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat, mengatakan pihaknya tengah mengusahakan upaya menekan biaya bulanan yang tinggi di Rusunami. Salah satunya, meminta PLN untuk menerapkan metode prabayar di Rusunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari PLN sebenarnya ada metode prabayar untuk listrik, dimana penghuni Rusunami punya meteran sendiri-sendiri, dan kebutuhan masing-masing penghuni berbeda, begitu pula nanti biayanya," kata Paul ketika dihubungi Kompas.com di Jakarta, Senin (4/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/10/26/0937158p.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="225" width="298" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/10/26/0937158p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Paul, metode prabayar yang ditawarkan PLN ini dapat menekan biaya listrik yang tinggi di Rusunami. Hanya saja, tambah dia, metode prabayar ini belum banyak diterapkan di berbagai tempat. "Baru terbatas di beberapa tempat, seperti di Cengkareng itu sudah," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client = "pub-3529605718322717";google_ad_width = 468;google_ad_height = 60;google_ad_format = "468x60_as";google_ad_type = "text";google_ad_channel ="";google_color_border = "FFFFFF";google_color_bg = "FFFFFF";google_color_link = "000066";google_color_url = "FFFFFF";google_color_text = "000000";//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;                            &lt;/script&gt;&lt;/div&gt;Keluhan biaya bulanan tinggal di Rusunami yang tinggi diakui oleh Paul sudah diketahui sejak lama. Pihaknya mengaku telah menyampaikan kepada PLN dan Badan Pengelola Sistem PDAM. "Kami sudah menyampaikan, tapi belum ada solusi yang pasti. Kami juga menyampaikan agar biaya bulanan di Rusunami disamakan dengan penghitungan untuk rumah landed," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul menambahkan, pihaknya juga telah menyampaikan hal ini kepada pemerintah daerah DKI Jakarta mengingat PLN dan PDAM adalah kewenangan Pemda setempat. "Sudah sekitar dua tahun lalu kami sampaikan, tapi belum ada tanggapan juga," ungkapnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-6730005801978187168?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/6730005801978187168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/listrik-prabayar-bisa-tekan-biaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/6730005801978187168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/6730005801978187168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/listrik-prabayar-bisa-tekan-biaya.html' title='Listrik Prabayar Bisa Tekan Biaya Bulanan Rusunami'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-8077957366608613374</id><published>2011-04-09T01:30:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T01:30:31.575-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>Meteran Listrik Prabayar Baru Memakan Korban</title><content type='html'>Purwokerto 11 March 2011, jam 21.00 WIB dari samping rumah saya terdengar tetangga sebelah memanggil-manggil sambil bilang “Pak-pak listrik di rumah saya tiba-tiba mati sedang dirumah bapak dan yang lain menyala”, sayapun langsung menuju TKP dan saya lihat tetangga2 yang lain juga berdatangan, “kenapa ini pak, koq tiba-tiba mati sedang yang lain menyala apa meteranya rusak” demikian juga si istri “gimana nih pak, tuh sudah diklik-klik tetap tidak nyala tuh lihat pak lampu kecil merah tidak nyala juga ini pasti gara-gara meteran barang bekas jadi cepat rusak” wah rame komentar-komentar ‘miring’ para tetangga lainnya, sayapun dengan gaya petugas PLN mengintrograsi si empunya rumah “lhoo awalnya gimana, mungkin kelebihan beban, mungkin ada yang konslet, mungkin….mungkin”&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/03/1299861112473705326_300x400.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="399" width="300" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/03/1299861112473705326_300x400.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronologis kejadian, tertarik oleh pengumuman menaikkan dan menurunkan daya listrik GRATIS, kami sepakat bersama para tetangga pada tanggal 25 February 2011 datang ke Kantor PLN dengan tujuan ada yang menurunkan dan menaikkan daya, dan dijelaskan bahwa baik menurunkan maupun menaikkan daya meteran lama harus diganti dengan meteran listrik prabayar, setelah dijelaskan secara detail kami menandatangani kesepakatan dengan pihak PLN diatas materai (Rp. 6000,-) + biaya perdana listrik prabayar isi Rp. 50.000,- dan Rp 100.000,-. Setelah selesai kamipun pulang. Dan dijanjikan segera akan petugas datang mengganti meteran listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar dalam waktu 7 hari tangal 2 Maret 2011, petugas datang dengan cekatan mengganti meteran lama dengan yang baru tidak lupa menjelaskan dan memberi contoh secara detail, setelah terpasang ternyata jadi tontonan para tetangga lainnya dengan pertanyaan umum “berapa biayanya, kasih berapa ke petugasnya” kami jelaskan singkat GRATIS-TIS.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client = "pub-3529605718322717";google_ad_width = 468;google_ad_height = 60;google_ad_format = "468x60_as";google_ad_type = "text";google_ad_channel ="";google_color_border = "FFFFFF";google_color_bg = "FFFFFF";google_color_link = "000066";google_color_url = "FFFFFF";google_color_text = "000000";//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;                            &lt;/script&gt;&lt;/div&gt;Kembali ke awal, setelah dicoba diatasi ala petugas PLN tidak bisa, kami sepakat berboncengan juga tetanga lainnya ‘DEMO’ mendatangi kantor PLN mengadukan tentang ‘kerusakan’ meteran barunya tidak lupa membawa kartu kendali, setelah menjelaskan permasalahannya, oh ternyata…. oh ternyata….isi pulsa habis terpakai, ada yang kurang yakin kami disuruh cek via telp dilihat angka digitnya nilainya berapa oh ternyata..oh ternyata 0 (nol), kami tertawa-tawa bersama telah jadi ‘korban’ meteran baru…..lupa kalau isi ‘pulsa’ habis-bis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama ini kalau bayar listrik setiap bulan telat beberapa hari sampai nunggak 2 bulan listrik tetap nyala, kalau listrik prabayar ‘pulsa’ habis yaa matiiii….si bapak tetangga ini waktu isi perdana Rp.50.000,- daya 1300wat jadi cepat habis lhaa yang lain isi lebih ya nyala. Terimakasih PLN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-8077957366608613374?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/8077957366608613374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/meteran-listrik-prabayar-baru-memakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/8077957366608613374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/8077957366608613374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/meteran-listrik-prabayar-baru-memakan.html' title='Meteran Listrik Prabayar Baru Memakan Korban'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-4332789256547645243</id><published>2011-04-09T01:26:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T01:26:52.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>Pentingnya Menginformasikan Diri Anda Tentang Energi</title><content type='html'>Informasi adalah kunci untuk kebebasan. Dan apakah Anda tahu bahwa Jika Anda cukup baik cukup informasi pada konsumsi energi Anda, Anda dapat menyimpan sampai 30% dari biaya tahunan Anda? Sekarang kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa hal ini tidak mungkin pada awalnya, tetapi dalam pengeluaran kebenaran bahwa tambahan 30% bukan menyimpannya, adalah kenyataan bagi konsumen energi paling!&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--google_ad_client = "pub-3529605718322717";google_ad_width = 468;google_ad_height = 60;google_ad_format = "468x60_as";google_ad_type = "text";google_ad_channel ="";google_color_border = "FFFFFF";google_color_bg = "FFFFFF";google_color_link = "000066";google_color_url = "FFFFFF";google_color_text = "000000";//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;                            &lt;/script&gt;&lt;/div&gt;Ini mungkin alasan mengapa perusahaan seperti Ambit Energy sebenarnya telah dipasarkan sendiri dalam rupa sehingga dapat "menghemat konsumsi energi rakyat" dan "memberikan kenyamanan." Ambit perusahaan ini meskipun sebenarnya, sebuah perusahaan penjualan yang mempekerjakan perwakilan penjualan untuk melakukan pekerjaan mereka. Namun demikian, hal ini benar-benar bekerja untuk mereka dan telah membuat perusahaan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi informasi apa yang menjadi bermanfaat untuk kebanyakan orang dalam jangka panjang? Yah ketika datang ke konsumsi energi ada beberapa hal dasar yang harus dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, untuk sebagian besar Anda harus memahami penggunaan peralatan Anda. Ada hal seperti rating efisiensi energi. Misalnya, orang mungkin akan tertarik untuk membeli lemari es harga rendah. Masalahnya adalah, bahkan mungkin memiliki rating efisiensi energi yang lebih rendah! Jadi dalam jangka panjang, Anda akhirnya benar-benar menghabiskan lebih banyak pada mesin karena biaya energi bulanan dari alat. Ketika Anda mendapatkan pelatihan dari perusahaan seperti mengatakan Ambit Energy dengan pergi melalui pelatihan konsultasi Ambit, hal ini dibahas secara rinci yang lebih luas. Memahami efisiensi energi untuk peralatan benar-benar merupakan cara yang bagus untuk menghemat energi, mengurangi overhead bulanan Anda untuk penggunaan energi pribadi dan bisnis Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Anda perlu memahami model konsumsi energi dari sudut pandang penyedia energi itu. Anda perlu memahami konsep-konsep saluran distribusi, fluktuasi harga dan tersebut sehingga Anda memahami konsumsi energi Anda sendiri hanya sedikit lebih baik. Misalnya, bagaimana Anda berpikir kabel yang rusak di rumah Anda mempengaruhi konsumsi energi Anda? Ini adalah pengetahuan teknis yang menjadi dasar untuk informasi konsumsi kebanyakan. Sekali lagi, Anda dapat memperoleh pengetahuan ini melalui pelatihan teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, Anda perlu waktu konsumsi energi Anda sendiri. Anda mungkin memiliki laptop energi yang paling efisien di seluruh dunia, tetapi jika Anda memilikinya dihidupkan sepanjang hari maka pasti akan membuat tanda pada tagihan energi Anda! Anda juga perlu memahami apa kali dan kebiasaan akan lebih baik untuk mengatakan, mematikan dan menghidupkan AC Anda. Ada banyak cara di mana konsumsi energi diberi batas waktu dan ini hanya beberapa contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, informasi yang diberikan di sini adalah benar-benar hanya dasar sebenarnya. Sekali lagi, informasi adalah kunci untuk kebebasan - dan berpotensi membebaskan diri sekitar 30% dalam pengeluaran tahunan Anda energi. Jadi menjaga diri informasi dan selalu mempertimbangkan konsumsi energi sebagai area pengeluaran Anda yang dapat ditingkatkan pada. Terutama di saat mencoba seperti sekarang, informasi praktis pada kebutuhan setiap hari benar-benar dapat membuktikan sangat berharga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-4332789256547645243?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/4332789256547645243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/pentingnya-menginformasikan-diri-anda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/4332789256547645243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/4332789256547645243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/04/pentingnya-menginformasikan-diri-anda.html' title='Pentingnya Menginformasikan Diri Anda Tentang Energi'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-5321743563368239594</id><published>2011-01-08T22:12:00.001-08:00</published><updated>2011-01-08T22:12:37.574-08:00</updated><title type='text'>INDUKTANSI DAN RANGKAIAN INDUKTIF</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;strong&gt;INDUKTANSI DAN RANGKAIAN INDUKTIF&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;MEMBAHAS:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Induktansi Kumparan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Reaktansi Induktif&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Rangkaian Induktif&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Transformasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Karena fasor V&lt;sub&gt;R &lt;/sub&gt;dan V&lt;sub&gt;L &lt;/sub&gt; membentuk segitiga siku-siku, fasor resultannya akan berupa hipotenusa segitiga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;Perlu diketahui bahwa:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Kumparan yang menerima energi dari sumber AC disebut &lt;strong&gt;primer. &lt;/strong&gt;Kumparan yang &lt;em&gt;menyalurkan&lt;/em&gt; energi ke beban AC disebut &lt;strong&gt;skunder.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;			&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;HAL- HAL YANG PENTING UNTUK DIINGAT:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Jika diberikan energi yang cukup, sebagian elektron yang paling luar akan meninggalkan atom dan berubah menjadi elektron bebas. Gerakan elektron bebas inilah yang menimbulkan arus listrik dalam konduktor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Kemampuan konduktor untuk menginduksi tegangan dalam konduktor itu sendiri ketika arusnya berubah merupakan induktansi konduktor bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Dua kumparan L&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; dan L&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;memiliki induktansi bersama jika arus yang berubah-ubah di kumparan yang satu dapat menginduksi kumparan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Reaktansi induktansi X&lt;sub&gt;L &lt;/sub&gt;ialah perlawanan terhadap arus ac akibat induktansi dalam rangkaian bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Tabel rangkuman untuk rangkaian &lt;em&gt;RL&lt;/em&gt; seri dan paralel&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style='margin-left: 36pt'&gt;&lt;table border='0' style='border-collapse:collapse'&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col style='width:252px'/&gt;&lt;col style='width:246px'/&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;tbody valign='top'&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style='padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  solid black 0.5pt; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt'&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;strong&gt;X&lt;sub&gt;L &lt;/sub&gt;dan R dihubungkan Seri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style='padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  solid black 0.5pt; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt'&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;strong&gt;X&lt;sub&gt;L &lt;/sub&gt;dan R dihubungkan paralel&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style='padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  solid black 0.5pt; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt'&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;em&gt;I &lt;/em&gt;sama dalam X&lt;sub&gt;L &lt;/sub&gt; dan R&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt; &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt; &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;V&lt;sub&gt;R&lt;/sub&gt; terlambat terhadap&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt; V&lt;sub&gt;L&lt;/sub&gt; sebesar 90&lt;sup&gt;o &lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;								&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Symbol'&gt;q&lt;/span&gt; = arctan  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style='padding-left: 7px; padding-right: 7px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  solid black 0.5pt; border-right:  solid black 0.5pt'&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;V&lt;sub&gt;T  &lt;/sub&gt; sama pada X&lt;sub&gt;L &lt;/sub&gt;  dan R&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;  &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt; &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;I&lt;sub&gt;R&lt;/sub&gt; terlambat terhadap&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt; I&lt;sub&gt;L&lt;/sub&gt; sebesar 90&lt;sup&gt;o &lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;								&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Symbol'&gt;q&lt;/span&gt; = arctan  &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Dalam rangkaian dengan reaktansi induktif, Daya nyata P = &lt;em&gt;VI cos &lt;span style='font-family:Symbol'&gt;q&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Dalam rangkaian dengan reaktansi induktif, Daya reaktif Q = &lt;em&gt;VI sin &lt;span style='font-family:Symbol'&gt;q&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Dalam rangkaian dengan reaktansi induktif, Daya kentara S =&lt;em&gt; VI&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Rasio tegangan &lt;em&gt;V&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt;/V&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/em&gt;suatu transformator sebanding dengan rasio belitan &lt;em&gt;N&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt;/N&lt;sub&gt;s. &lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Rasio arus &lt;em&gt;I&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt;/I&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/em&gt;suatu transformator berbanding terbalik dengan rasio belitan &lt;em&gt;N&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt;/N&lt;sub&gt;s. &lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Rasio Impedansi &lt;em&gt;Z&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt;/Z&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/em&gt;sebanding dengan kuadrat rasio belitan (&lt;em&gt;N&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt;/N&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt;)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;sub&gt;. &lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-5321743563368239594?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/5321743563368239594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/01/induktansi-dan-rangkaian-induktif_08.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/5321743563368239594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/5321743563368239594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/01/induktansi-dan-rangkaian-induktif_08.html' title='INDUKTANSI DAN RANGKAIAN INDUKTIF'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-1355808764519864091</id><published>2011-01-08T22:07:00.001-08:00</published><updated>2011-01-08T22:07:33.491-08:00</updated><title type='text'>RANGKAIAN-RANGKAIAN UMUM RLC</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;strong&gt;RANGKAIAN-RANGKAIAN UMUM RLC&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MEMBAHAS:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;Analisis Rangkaian RLC Seri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;Analisis Rangkaian RLC Paralel&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;Daya dan Faktor Daya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Hubungan-hubungan ini berlawanan dengan hubungan-hubungan untuk rangkaian RLC seri.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Rasio nyata terhadap daya kentara disebut &lt;strong&gt;faktor daya (PF) &lt;/strong&gt; dan di berikan oleh:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt; &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;HAL-HAL YANG PENTING UNTUK DIINGAT:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Jika diberikan energi yang cukup, sebagian elektron valensi yang paling luar akan meningglakan atom sebagai elektron bebas. gerakan elektron bebas inilah yang menghasilkan arus listrik dalam suatu konduktor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Dalam rangkaian RLC seri, apabila X&lt;sub&gt;L&lt;/sub&gt; lebih besar daripada X&lt;sub&gt;c&lt;/sub&gt; , rangkaian akan berupa rangkaian &lt;strong&gt;induktif &lt;/strong&gt;, X&lt;sub&gt;L &lt;/sub&gt;lebih besar daripada X&lt;sub&gt;c &lt;/sub&gt; dan I terlambat terhadap X&lt;sub&gt;T.&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Dalam rangkaian RLC seri, apabila X&lt;sub&gt;c&lt;/sub&gt; lebih besar daripada X&lt;sub&gt;l&lt;/sub&gt; , rangkaian akan berupa rangkaian &lt;strong&gt;kapasitif &lt;/strong&gt;, X&lt;sub&gt;c &lt;/sub&gt;lebih besar daripada X&lt;sub&gt;l &lt;/sub&gt; dan I mendahului X&lt;sub&gt;T.&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Dalam suatu rangkaian RLC paralel, apabila X&lt;sub&gt;L&lt;/sub&gt; &amp;gt; X&lt;sub&gt;c&lt;/sub&gt; , arus kapasitifnya akan lebih besar daripada arus induktif&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/strong&gt;dan&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/strong&gt;rangkaian akan berupa rangkaian kapasitif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Dalam suatu rangkaian RLC paralel, apabila X&lt;sub&gt;c&lt;/sub&gt; &amp;gt; X&lt;sub&gt;L&lt;/sub&gt; , arus induktifnya akan lebih besar daripada arus kapasitif&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/strong&gt;dan&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/strong&gt;rangkaian akan berupa rangkaian induktif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Ketika &lt;em&gt;v dan I keduanya positif dan negatif, produknya positif dan daya dipakai sepanjang siklus.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Jika v negatif sementara i positif selama setiap bagian dari siklusnya, atau jika I negatif dan v positif, hasil-kalinya akan negatif. &lt;em&gt; Daya degatif ini tidak tersedia untuk melakukan kerja dan dikembalikan kejaringannya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Faktor daya PF menentukan berapa bagian daya kentara yang berupa daya nyata dan dapat beragam dari 1 ketika sudut fasenya 0&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; hingga 0 ketika sudut fasenya 90&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-1355808764519864091?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/1355808764519864091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/01/rangkaian-rangkaian-umum-rlc.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/1355808764519864091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/1355808764519864091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/01/rangkaian-rangkaian-umum-rlc.html' title='RANGKAIAN-RANGKAIAN UMUM RLC'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-5154085887921576424</id><published>2011-01-08T22:06:00.001-08:00</published><updated>2011-01-08T22:06:50.758-08:00</updated><title type='text'>KAPASITANSI DAN RANGKAIAN KAPASITIF</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center; margin-left: 36pt'&gt;&lt;strong&gt;KAPASITANSI DAN RANGKAIAN KAPASITIF&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;MEMBAHAS:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style='margin-left: 72pt'&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Kapasitansi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Reaktansi kapasitif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rangkaian kapasitif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;Kapasintansi &lt;/strong&gt;adalah ukuran kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan listrik. Satuan kapasintansi ialah farad (F). Farad adalah kapasintansi yang akan menyimpan satu coulomb&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/strong&gt;muatan pada pelat positif apabila tegangan yang diberikan pada terminal kapasitor tersebut satu volt.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Tegangan maksimum yang dapat diberikan pada kapasitor disebut &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tegangan kerja &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan batasan-batasan nya tidak boleh dilebihi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Sebagaimana rangkaian induktif, gabungan resistansi dan reaktansi kapasitif disebut &lt;strong&gt;&lt;em&gt;impedansi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;			&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Untuk rangkaian RC paralel tegangan akan sama pada sumber tegangan R, dan X&lt;sub&gt;C&lt;/sub&gt;. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;strong&gt;HAL-HAL YANG PENTING UNTUK DIINGAT:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Kapasitor Menyimpan muatan listrik pada pelat yang mengelilingi dielektriknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Kapasintansi ialah kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan listrik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Kapasintansi sebuah kapasitor tergantung pada luas pelat konduktornya, pemisahan antara pelatnya, dan konstanta dielektrik bahan pengisolasinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;em&gt;Reaktansi kapasitif X&lt;sub&gt;C&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/em&gt;ialah perlawanan terhadap aliran arus ac akibat adanya kapasitansi dalam rangkaiannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-5154085887921576424?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/5154085887921576424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/01/kapasitansi-dan-rangkaian-kapasitif.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/5154085887921576424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/5154085887921576424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2011/01/kapasitansi-dan-rangkaian-kapasitif.html' title='KAPASITANSI DAN RANGKAIAN KAPASITIF'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-5818880790554193449</id><published>2010-12-08T23:31:00.000-08:00</published><updated>2010-12-08T23:31:28.620-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemeliharaan Panel'/><title type='text'>Pemeliharaan dan Perawatan Baterai</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Di dalam suatu sistem kelistrikan, baterai merupakan suatu komponen  yang sangat vital dalam rangka menyediakan tenaga listrik cadangan pada  saat listem kelistrikan utama mengalami gangguan atau masalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, perawatan dan pemeliharaan baterai mutlak dilakukan  dan menjadi salah satu bagian penting dari program preventive  maintenance maupun condition monitoring. Karena kegagalan baterai dalam  mensuplai listrik cadangan akan mengakibatkan kerugian yang jauh lebih  besar pada sistem kelistrikan terutama di sistem pembangkit, transmisi  dan distribusi, karena baterai biasanya digunakan untuk mensuplai beban  beban yang sangat kritikal, misalkan sistem proteksi, circuit breaker  dan peralatan control selama sumber listrik utama mengalami gangguan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam pemeliharaan dan perawatan baterai, ada sebuah standar yang  bisa dijadikan sebagai sebuah acuan yaitu standard IEEE 450-1995, “ IEEE  Recommended Practice for Maintenance, Testing, and Replacement of  Vented Lead-Acid Batteries for Stationary Application”. Perawatan  baterai harus dilakukan secara periodik untuk memonitor dan mengetahui  keadaan baterai, dan inspeksi baterai harus dilakukan pada saat kondisi  beban “float” normal&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Perawatan baterai ini meliputi :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perawatan Bulanan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pekerjaan yang biasanya dilakukan pada perawatan bulanan baterai &amp;nbsp; adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pengukuran tegangan floating pada terminal baterai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tegangan dan arus dari baterai charger&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebersihan dan kondisi visual dari baterai, rak penyimpanan baterai dan area baterai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Level cairan elektrolit, serta kemungkinan kebocoran dan retak pada &amp;nbsp;baterai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengamatan tentang adanya korosi pada terminal, koneksi serta rak baterai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tegangan, specific gravity, serta temperature elektrolit pada pilot cell&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ventilasi area batere dan temperature ambient&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemungkinan adanya baterai ground&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arus floating baterai&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perawatan tiga bulanan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pekerjaan perawatan tiga bulanan meliputi :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tegangan tiap cell dan total tegangan pada input baterai (dengan menggunakan impedance tester)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran specific grafity minimal 10% dari jumlah baterai yang ada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran temperatur baterai minimal 10% dari jumlah baterai yang ada&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perawatan tahunan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam perawatan tahunan, pekerjaan yang harus dilakukan adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Item perawatan bulanan dan tiga bulanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Load cycle test atau baterai capacity test&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Perawatan yang benar pada batere dapat menjamin “availability dan  reliability” dari baterai yang digunakan sebagai back up sistem ketika  sistem utama mengalami gangguan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-5818880790554193449?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/5818880790554193449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/12/pemeliharaan-dan-perawatan-baterai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/5818880790554193449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/5818880790554193449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/12/pemeliharaan-dan-perawatan-baterai.html' title='Pemeliharaan dan Perawatan Baterai'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-7182258669800848835</id><published>2010-12-08T23:29:00.000-08:00</published><updated>2010-12-08T23:29:46.176-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemeliharaan Panel'/><title type='text'>Mengenal teknologi Infrared thermography bag.1</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.tekniklistrik.com/2010/02/mengenal-teknologi-infrared-thermography-bag-1"&gt;Infrared thermography&lt;/a&gt;  merupakan suatu teknik monitoring yang berkembang pesat dewasa ini  seiring dengan semakin majunya teknologi predictive maintenance pada  dunia industri. Teknik ini memanfaatkan keadaan natural suatu benda  dimana setiap benda yang ada di bumi mempunyai kemampuan memancarkan  gelombang inframerah pada level tertentu. gelombang inilah yang kemudian  ditangkap oleh kamera khusus inframerah (&lt;a href="http://www.flir.com/"&gt;infrared camera&lt;/a&gt;)  dan dituangkan dalam bentuk foto inframerah dan dianalisa untuk  mengetahui keadaan benda ataupun peralatan yang diinspeksi secara  realtime&lt;img alt="electromagnetic spectrum" class="aligncenter size-full wp-image-13" height="283" src="http://www.tekniklistrik.com/wp-content/uploads/2010/02/electromagnetic-spectrum.jpg" title="electromagnetic spectrum" width="540" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="contoh gambar IR" class="aligncenter size-medium wp-image-17" height="225" src="http://www.tekniklistrik.com/wp-content/uploads/2010/02/contoh-gambar-IR1-300x225.jpg" title="contoh gambar IR" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Contoh Foto Hasil Inspeksi Menggunakan Kamera Infrared&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;dalam implementasinya,&lt;b&gt; infrared thermography&lt;/b&gt; banyak diaplikasikan di dunia keteknikan dan antara lain :&lt;br /&gt;1. inspeksi peralatan listrik seperti breaker, switchgear, motor, trafo, sambungan kabel dan panel&lt;br /&gt;2. inspeksi gedung&lt;br /&gt;3. inspeksi pipa dan vessel&lt;br /&gt;4. inspeksi rotating equipment seperti pompa dan kompresor&lt;br /&gt;5. inspeksi jaringan listrik&lt;br /&gt;6. audit untuk energy efficiency program&lt;br /&gt;7. teknik scanning pasien dalam dunia kedokteran&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;secara umum, &lt;b&gt;infrared thermography&lt;/b&gt; digunakan oleh  personel maintenance department pada suatu perusahaan sebagai bagian  dari program perawatan dan pemeliharaan bulanan atau tahunan untuk  mengetahui kondisi dari peralatan yang secara realtime tanpa harus  mematikan peralatan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;untuk mengetahui bagaimana cara kerjanya ? kita akan lanjutkan di bagian kedua…..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-7182258669800848835?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/7182258669800848835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/12/mengenal-teknologi-infrared.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/7182258669800848835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/7182258669800848835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/12/mengenal-teknologi-infrared.html' title='Mengenal teknologi Infrared thermography bag.1'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-2511475885351482134</id><published>2010-12-08T23:26:00.000-08:00</published><updated>2010-12-08T23:26:18.309-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rangkain listrik'/><title type='text'>Mengenal Diagram Rangkaian Listrik</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dalam kegiatan desain engineering, maintenance ataupun  troubleshooting, sangatlah essensial bagi seorang engineer atau teknisi,  entah itu personel di &amp;nbsp;bidang kelistrikan ataupun di bidang lain  (elektronika maupun telekomunikasi) untuk bisa mengerti ataupun  &amp;nbsp;menguasai &lt;strong&gt;diagram rangkaian&lt;/strong&gt;. Diagram rangkaian  merupakan suatu gambar atau petunjuk tentang komponen apa yang ada&amp;nbsp; di  dalam suatu rangkaian listrik, fungsinya dan hubungan antar rangkaian,  sehingga diharapkan bila seorang engineer atau teknisi mengerti tentang  diagram rangkaian tesebut, mereka akan lebih tepat dalam mendesain suatu  rangkaian ataupun menganalisa gangguan terhadap suatu rangkaian .  Secara umum &lt;strong&gt;diagram rangkaian&lt;/strong&gt; dibedakan menjadi empat macam yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Schematic" target="_blank" title="schematic diagram"&gt;Schematic diagram&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Schematic diagram&lt;/strong&gt; merupakan suatu gambar teknik yang  menggambarkan suatu rangkaian dengan menggunakan symbol symbol listrik .  dalam schematic diagram symbol symbol listrik tersebut dihubungkan  dengan garis yang menggambarkan koneksi dan hubungan dari komponen  komponen listrik di dalam rangkaian. Dengan menggunakan schematic  diagram, cara kerja dari suatu system kelistrikan dapat diamati dari  input sampai dengan outputnya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_26" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; width: 462px;"&gt;&lt;img alt="schematic diagram" class="size-medium wp-image-26" height="346" src="http://www.tekniklistrik.com/wp-content/uploads/2010/02/contoh-schematic-diagram-300x230.jpg" title="contoh schematic diagram" width="452" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;schematic diagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/One-line_diagram" target="_blank" title="One line diagram"&gt;One-line diagram&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;One line diagram&lt;/strong&gt; menggambarkan suatu rangkaian dalam  bentuk sebuah jalur gambar. One line diagram digunakan menggambarkan  suatu rangkaian yang komplek dengan cara menyederhanakan gambar tersebut  menjadi sebuah alur rangkaian, sehingga diharapkan dengan sebuah  one-line diagram, pembacaan suatu system lebih mudah karena alur dalam  one-line diagram tersebut mewakili dari sebuah system yang lebih rumit  dan detail.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_27" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; width: 407px;"&gt;&lt;img alt="one line diagram" class="size-large wp-image-27 " height="358" src="http://www.tekniklistrik.com/wp-content/uploads/2010/02/contoh-one-line-diagram-300x271.jpg" title="contoh one-line diagram" width="397" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;one line diagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Block_diagram" target="_blank" title="one line diagram"&gt;Block Diagram&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Block diagram&lt;/strong&gt; menggambarkan suatu rangkaian dalam  bentuk segmen segmen rangkaian menurut dengan fungsinya. Dengan  menggunakan block diagram, akan lebih mudah membaca rangkaian karena  block diagram memisahkan rangkaian tersebut berdasarkan cara kerjanya  sehingga dalam pekerjaan troubleshooting akan mudah menemukan rangkaian  yang bermasalah&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_28" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; width: 565px;"&gt; &lt;div class="mceTemp mceIEcenter"&gt;&lt;br /&gt;&lt;dl class="wp-caption aligncenter" id="attachment_31" style="width: 565px;"&gt;&lt;dt class="wp-caption-dt"&gt;&lt;img alt="block diagram" class="size-medium wp-image-31" height="159" src="http://www.tekniklistrik.com/wp-content/uploads/2010/02/contoh-block-diagram2-300x87.jpg" title="contoh block diagram" width="555" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;block diagram&lt;/div&gt;&lt;/dt&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wiring_diagram" target="_blank" title="wiring diagram"&gt;Wiring diagram&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Wiring diagram&lt;/strong&gt; menggambarkan hubungan rangkaian  secara detail, dari mulai simbol rangkaian sampai dengan koneksi  rangkaian tersebut dengan komponen lain, sehingga akan mudah bagi kita  untuk mengikuti alur sebenarnya dari sebuah rangkaian, karena  digambarkan secara rinci dan lengkap.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_29" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify; width: 566px;"&gt;&lt;img alt="wiring diagram" class="size-full wp-image-29" height="355" src="http://www.tekniklistrik.com/wp-content/uploads/2010/02/contoh-wiring-diagram.jpg" title="contoh wiring diagram" width="556" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;wiring diagram&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dengan mengerti dan memahami keempat diagram rangkain tersebut, akan  mudah bagi seseorang untuk membaca “jeroan” dari suatu rangkaian&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-2511475885351482134?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/2511475885351482134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/12/mengenal-diagram-rangkaian-listrik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/2511475885351482134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/2511475885351482134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/12/mengenal-diagram-rangkaian-listrik.html' title='Mengenal Diagram Rangkaian Listrik'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-5540660148010466623</id><published>2010-12-01T05:41:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T05:41:06.483-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Bahan Listrik'/><title type='text'>Karakteristik Beberapa Jenis Bahan Penghantar Listrik</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;a href="http://dunia-listrik.blogspot.com/2010/08/karakteristik-beberapa-jenis-bahan.html"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vbLcDpetdkY/THeu9uqIqoI/AAAAAAAAAfg/iGX5Tgt_U14/s1600/kabel+listrik.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510065044631104130" src="http://4.bp.blogspot.com/_vbLcDpetdkY/THeu9uqIqoI/AAAAAAAAAfg/iGX5Tgt_U14/s200/kabel+listrik.png" style="cursor: pointer; float: left; height: 100px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 100px;" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti  telah kita ketahui, bahwa untuk pelaksanaan penyaluran energi listrik  dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berupa saluran udara dan kabel  tanah. Pada saluran Udara, terutama hantaran udara telanjang  biasanya  banyak menggunakan kawat penghantar yang terdiri atas: kawat tembaga  telanjang (BCC, singkatan dari Bare Cooper Cable), Aluminium telanjang  (AAC, singkatan dari All Aluminium Cable), Campuran yang berbasis  aluminium (Al-Mg-Si), Aluminium berinti baja (ACSR, singkatan dari  Aluminium Cable Steel Reinforced) dan Kawat baja yang berisi lapisan  tembaga (Cooper Weld).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada saluran kabel tanah,  biasanya banyak menggunakan kabel dengan penghantar jenis tembaga dan  aluminium, perkembangan yang sangat dominan pada saluran kabel tanah  adalah dari sisi bahan isolasinya, dimana pada saat awal &lt;span class="fullpost"&gt;banyak  menggunakan isolasi berbahan kertas dengan perlindungan mekanikal  berupa timah hitam, kemudian menggunakan minyak ( jenis kabel ini  dinamakan GPLK atau  Gewapend Papier Lood Kabel yang merupakan standar  belanda dan NKBA atau Normal Kabel mit Bleimantel Aussenumheullung yang  merupakan standar jerman, dan jenis bahan isolasi yang terkini adalah  isolasi buatan berupa PVC (Polyvinyl Chloride) dan XLPE (Cross-Linked  Polyethylene). Jenis bahan isolasi PVC dan XLPE pada saat ini telah  berkembang pesat dan merupakan bahan isolasi yang andal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu  yang lalu, bahan yang banyak digunakan untuk saluran listrik adalah  jenis tembaga (Cu). Namun karena harga tembaga yang tinggi dan tidak  stabil bahkan cenderung naik, aluminium mulai dilirik dan dimanfaatkan  sebagai bahan kawat saluran listrik, baik saluran udara maupun saluran  kabel tanah. Lagipula, kawat tembaga sering dicuri karena bahannya dapat  dimanfaatkan untuk pembuatan berbagai produk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  ikhtisar akan disampaikan dibawah ini mengenai berbagai jenis logam atau  campurannya yang dipakai untuk kawat saluran listrik, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Tembaga elektrolitik, yang harus memenuhi beberapa syarat normalisasi,  baik mengenai daya hantar listrik maupun mengenai sifat-sifat mekanikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Brons, yang memiliki kekuatan mekanikal yang lebih besar, namun  memiliki daya hantar listrik yang rendah. Sering dipakai untuk kawat  pentanahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Aluminium, yang memiliki kelebihan karena  materialnya ringan sekali. Kekurangannya adalah daya hantar listrik agak  rendah dan kawatnya sedikit kaku. Harganya sangat kompetitif. Karenanya  merupakan saingan berat bagi tembaga, dan dapat dikatakan bahwa secara  praktis kini mulai lebih banyak digunakan untuk instalasi-instalasi  listrik arus kuat yang baru dari pada menggunakan tembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Aluminium berinti baja, yang biasanya dikenal sebagai ACSR (Aluminium  Cable Steel Reinforced), suatu kabel penghantar aluminium yang  dilengkapi dengan unit kawat baja pada inti kabelnya. Kawat baja itu  diperlukan guna meningkatkan kekuatan tarik kabel. ACSR ini banyak  digunakan untuk kawat saluran hantar udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Aldrey, jenis kawat  campuran antara aluminium dengan silicium (konsentrasinya sekitar 0,4 %  – 0,7 %), Magnesium (konsentrasinya antara 0,3 % - 0,35 %) dan ferum  (konsentrasinya antara 0,2 % - 0,3 %). Kawat ini memiliki kekuatan  mekanikal yang sangat besar, namun daya hantar listriknya agak rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Cooper-weld, suatu kawat baja yang disekelilingnya diberi lapisan tembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Baja, bahan yang paling banyak digunakan sebagai kawat petir dan juga sebagai kawat pentanahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  ikhtisar diatas, dapat dikatakan bahwa bahan yang terpenting untuk  saluran penghantar listrik adalah tembaga dan aluminium, sehingga kedua  bahan tersebut banyak digunakan sebagai kawat pengantar listrik, baik  saluran hantar udara maupun kabel tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembahasan lebih detail mengenai bahan penghantar listrik, dapat dibaca pada artikel berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-5540660148010466623?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/5540660148010466623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/12/karakteristik-beberapa-jenis-bahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/5540660148010466623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/5540660148010466623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/12/karakteristik-beberapa-jenis-bahan.html' title='Karakteristik Beberapa Jenis Bahan Penghantar Listrik'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vbLcDpetdkY/THeu9uqIqoI/AAAAAAAAAfg/iGX5Tgt_U14/s72-c/kabel+listrik.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-1112446612793585889</id><published>2010-10-01T00:44:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T00:44:37.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Listrik'/><title type='text'>Teori Dasar Motor Induksi</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;strong&gt;Motor induksi&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;motor asinkron&lt;/strong&gt; adalah  motor listrik arus bolak balik (&lt;strong&gt;AC&lt;/strong&gt;) yang paling banyak  digunakan. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja  berdasarkan induksi medan magnet stator ke statornya, dimana arus rotor motor  ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi  sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar  (&lt;em&gt;rotating magnetic field&lt;/em&gt;) yang dihasilkan oleh arus stator.&lt;span id="more-16"&gt;&lt;/span&gt;Berdasarkan asupan dayanya, motor induksi terbagi atas dua  jenis, yaitu &lt;strong&gt;motor induksi satu phasa&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;motor induksi  tiga phasa&lt;/strong&gt;. Motor induksi satu phasa dioperasikan pada sistem satu  phasa yang banyak digunakan terutama pada penggunaan untuk peralatan rumah  tangga seperti kipas angin, lemari es, pompa air, mesin cuci dan sebagainya  karena motor induksi satu phasa mempunyai daya keluaran yang rendah, sementara  motor induksi tiga phasa dioperasikan pada sistem tiga phasa dan banyak  digunakan&amp;nbsp; didalam berbagai bidang industri.&lt;br /&gt;Bentuk fisik dari motor induksi tampak seperti berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;img alt="Bentuk Fisik Motor Induksi" class="aligncenter size-medium wp-image-17" src="http://teknikelektro.com/wp-content/uploads/motor-induksi.jpg" title="Bentuk Fisik Motor Induksi" /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat, prinsip kerja dari motor induksi dapat dijelaskan seperti  berikut: Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa  akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron. Kecepatan  medan megnet putar tergantung pada jumlah kutub stator dan frekuensi sumber  daya. Kecepatan itu disebut kecepatan sinkron, yang ditentukan dengan rumus  :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;strong&gt;n&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; = 120 f /  p&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;strong&gt;Dimana:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;n&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; = Kecepatan sinkron ( rpm )  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;p&amp;nbsp; = Jumlah kutub  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;f&amp;nbsp;&amp;nbsp; = Frekuensi ( Hz ) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada  rotor, sehingga terinduksi arus; dan sesuai dengan &lt;strong&gt;Hukum  &lt;em&gt;Lentz&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, rotor pun akan ikut berputar mengikuti medan putar  stator. Tegangan induksi pada rotot tergantung pada kecepatan relatif antara  medan magnet stator dengan rotor.&lt;br /&gt;Perbedaan putaran relative antara stator dan rotor disebut  &lt;strong&gt;slip&lt;/strong&gt;. Bertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor, yang  oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip  antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Jadi,  apabila beban motor bertambah, putaran rotor cenderung menurun.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;!-- .entry-content --&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-1112446612793585889?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/1112446612793585889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/10/teori-dasar-motor-induksi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/1112446612793585889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/1112446612793585889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/10/teori-dasar-motor-induksi.html' title='Teori Dasar Motor Induksi'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-7328259530576771055</id><published>2010-10-01T00:42:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T00:42:38.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Listrik'/><title type='text'>Starting motor induksi – Bintang Segitiga</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; Starting motor asinkron dijumpai arus yang sangat besar (5 – 6 kali arus  nominal) pada waktu start (n = 0). Akan tetapi khususnya pada motor-motor  asinkron dengan rotor sangkar, karena konstruksi rotor yang kekar itu, arus  sebesar itu takkan mengakibatkan kerusakan-kerusakan pada motor bila motor  tersebut dihubungkabn langsung dengan jala-jala. Start langsung ini dalam  praktek memang banyak dilakukan. &lt;span id="more-7"&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal ini motor  dihubungkan dengan jala-jala tiga phasa dengan pemutus biasa atau dengan  kontaktor-kontaktor. Bila dipakai kontaktor maka perlu pada tiap kontaktor maka  perlu pada tiap phasa diberi sikring sebagai pengaman arus lebih. Yang membatasi  penggunaan start secara langsung ini adalah kapasitas jala-jala yang memberikan  daya listrik kepada motor tersebut. Arus pada waktu start tersebut bila  kapasitas jala-jala tidak begitu besar akan mengakibatkan turunnya tegangan  jala-jala sesaat, hal mana akan dapat dilihat dari mengedipnya lampu-lampu  penerangan yang dihubungkan pada jala-jala tersebut. Karena itu pada umumnya  oleh perusahaan listrik setempat ditetapkan daya motor asinkron maksimum yang  diperbolehkan untuk distart secara langsung pada jala-jala tersebut, misalnya 5  kW. Pada jala-jala yang lebih kuat dapat ditetapkan daya motor yang lebih besar  dari pada itu. Dalam hal start langsung tidak diperkenankan, maka jalan  satu-satuya untuk mengurangi arus start adalah dengan jalan memberikan tegangan  yang dikurangi pada waktu start.&lt;br /&gt;Jalan yang paling sederhana untuk menurunkan tegangan tegangan pada  jepitan-jepitan motor ialah dengan memasang suatu impedansi Z secara seri dengan  motor pada waktu start. Seperti pada gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_9" style="width: 244px;"&gt;&lt;img alt="start motor dengan impedansi" class="size-full wp-image-9" height="312" src="http://teknikelektro.com/wp-content/uploads/start-motor-impedansi.jpg" title="start motor dengan impedansi" width="234" /&gt; &lt;div class="wp-caption-text"&gt;start motor dengan impedansi&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Dalam hal ini Z dapat dipilih suatu reaktansi atau suatu tahanan R, yang  nilainya dipilih demikian rupa, sehingga arus motor pada waktu start tidak lebih  dari + 150 % …. 200 % arus nominal motor. Pada waktu start hanya saklar c1 yang  menutup, sedangkan c2 tetap terbuka setelah motor berangsur-angsur mendekati  kecepatan penuhnya, maka c2 pun menutup sehingga menerima tegangan penuh. Adalah  juga jelas bahwa tegangan jala-jala untuk keperluan start dapat diberikan dengan  pertolongan suatu auto transformator seperti ditunjukan pada gambar dibawah ini  :&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_10" style="width: 263px;"&gt;&lt;img alt="starting motor dengan autotrafo" class="size-full wp-image-10" height="337" src="http://teknikelektro.com/wp-content/uploads/starting-motor-autotrafo.jpg" title="starting motor dengan autotrafo" width="253" /&gt; &lt;div class="wp-caption-text"&gt;starting motor dengan autotrafo&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Pada waktu start saklar-saklar yang menutup dahulu adalah c2 dan c3. setelah  motor berangsur mencapai kecepatan penuhnya, c2 dan c3 membuka dan sebagai  gantinya c1 menutup. Dengan demikian motor langsung dihubungkan dengan jala-jala  dan bersamaan dengan itu auto trafo dilepaskan dari jala-jala. Penggunaan  autotrafo untuk keperluan start mempunyai keberatan dari segi mahalnya auto  trafo bagi kepeluan start tersebut. Oleh karena itu penggunaannya dibatasi  motor-motor yang besar, dimana ongkos bagi keperluan pemakaian autotrafo  tersebut dapat dipertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;Untuk motor-motor yang tidak terlalu besar lebih murah bila dipergunakan apa  yang disebut saklar &lt;img alt="Y-\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=Y-%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="Y-\Delta " /&gt;.  Saklar &lt;img alt="Y-\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=Y-%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="Y-\Delta " /&gt;  adalah suatu saklar putar dengan tiga buah posisi seperti gambar dibawah ini  :&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_11" style="width: 419px;"&gt;&lt;img alt="starting motor Y-D" class="size-full wp-image-11" height="352" src="http://teknikelektro.com/wp-content/uploads/start-Y-D.jpg" title="starting motor Y-D" width="409" /&gt; &lt;div class="wp-caption-text"&gt;starting motor Y-D&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Ketiga buah posisi tersebut adalah posisi 0 ( motor sama sekali terlepas dari  sumber daya), posisi Y ( motor terhubung dengan sumber daya dalam Y ) serta  posisi &lt;img alt="\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\Delta " /&gt;  ( motor terhubung ke sumber daya dalam &lt;img alt="\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\Delta " /&gt;  ). Mengingat hal yang tersebut terakhir ini, hanya motor – motor dengan kumparan  stator dalam &lt;img alt="\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\Delta " /&gt;  yang dapat mempergunakan saklar &lt;img alt="Y-\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=Y-%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="Y-\Delta " /&gt;.  Ini.&lt;br /&gt;Arus start yang diambil dari sumber listrik dengan mempergunakan saklar &lt;img alt="Y-\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=Y-%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="Y-\Delta " /&gt;  ini dapat memandang hal – hal sebagai berikut : seandainya pada waktu start  motor dihubungkan dalam &lt;img alt="\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\Delta " /&gt;  maka arus yang diambil jala-jala I&lt;img alt="\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\Delta " /&gt;.  dalam pada itu kumparan motor mendapat tegangan U, sedangkan arus yang mengalir  melaluinya adalah If = I&lt;img alt="\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\Delta " /&gt;/&lt;img alt="\sqrt{3}" class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5Csqrt%7B3%7D&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\sqrt{3}" /&gt;.  akan tetapi kalau pada waktu start motor dihubungkan dalam Y, maka tiap kumparan  motor hanya mendapat tegangan U/Y3. karenanya arus kumparanpun 1/Y3 kali lebih  kecil, jadi sama dengan If/Y3.&lt;br /&gt;Karena rangkaian adalah dalam Y, maka arus jala-jala sama dengan arus  kumparan, jadi IY = If/D3. dengan If = IY/&lt;img alt="\sqrt{3}" class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5Csqrt%7B3%7D&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\sqrt{3}" /&gt;,  maka kita peroleh IY=I&lt;img alt="\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\Delta " /&gt;/3.  jadi dengan dempergunakan saklar &lt;img alt="Y-\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=Y-%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="Y-\Delta " /&gt;  arus start dapat dikecilkan 3x dari pada seandainya langsung dihubungkan ke  sumber listrik. Kerjanya saklar sudah jelas dari gambar. Pada posisi 0,  jepitan-jepitan X-Y-Z dan U-V-W dari motor tak dihubungkan satu sama lain maupun  jala-jala. Pada posisi Y, jepitan-jepitan U-V-W dihubungkan masing-masing  berturut-turut dengan jepitan jala-jala R, S, T. pada posisi &lt;img alt="\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\Delta " /&gt;  yang terhubung satu sama lain dengan jepitan-jepitan Z-U-R, X-V-S, Y-W-T. Saklar  &lt;img alt="Y-\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=Y-%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="Y-\Delta " /&gt;  ini pada umumnya dibuat sedemikian rupa sehingga arah perputarannya hanya  mungkin dari 0 ke Y kemudian ke &lt;img alt="\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\Delta " /&gt;,  dan tidak dapat sebaliknya. Dengan demikian mau tak mau posisi Y dilaui waktu  menjalankan motor untuk menghindarkan menghubungkan penghubungan langsung ke  &lt;img alt="\Delta " class="latex" src="http://s.wordpress.com/latex.php?latex=%5CDelta%20&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="\Delta " /&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;!-- .entry-content --&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-7328259530576771055?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/7328259530576771055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/10/starting-motor-induksi-bintang-segitiga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/7328259530576771055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/7328259530576771055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/10/starting-motor-induksi-bintang-segitiga.html' title='Starting motor induksi – Bintang Segitiga'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-3262363254713262400</id><published>2010-10-01T00:39:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T00:39:14.840-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Listrik'/><title type='text'>Konstruksi Motor Induksi</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; Konstruksi motor induksi sama seperti mesin listrik dinamik elementer  lainnya, yaitu terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bagian stator;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Rotor. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_43" style="width: 509px;"&gt;&lt;img alt="Konstruksi Motor Induksi" class="size-full wp-image-43" height="277" src="http://teknikelektro.com/wp-content/uploads/konstruksi-motor-induksi.jpg" title="Konstruksi Motor Induksi" width="499" /&gt; &lt;div class="wp-caption-text"&gt;Gambar: Konstruksi Motor Induksi&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;Bagian Stator &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian stator terdapat beberapa slot yang merupakan tempat kawat  (konduktor) dari tiga kumparan tiga fasa yang disebut kumparan stator, yang  masing-masing kumparan mendapat suplai arus tiga fasa.&lt;br /&gt;Bila kumparan stator dihubungkan dengan suplai arus tiga fasa, maka pada  kumparan stator tersebut segera timbul fluks magnit putar.&lt;br /&gt;Karena adanya fluks magnit putar pada kumparan stator, mengakibatkan rotor  berputar karena adanya induksi magnit.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagian Rotor&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian rotor merupakan tempat kumparan rotor adalah bagian yang bergerak atau  berputar.&lt;br /&gt;Terdapat dua jenis kumparan rotor yaitu rotor sangkar  (&lt;em&gt;sequirel-cage&lt;/em&gt;) dan rotor belitan (&lt;em&gt;phase-wound&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Hampir 90 % kumparan rotor dari motor induksi menggunakan jenis rotor sangkar  (&lt;em&gt;sequirel-cage&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan bentuk kumparannya yang sederhana dan tahan terhadap  goncangan. Ciri khusus dari rotor sangkar adalah ujung-ujung dari kumparan rotor  terhubung singkat secara permanent. Lain halnya pada rotor jenis belitan, dimana  ujung-ujung kumparan rotor akan terhubung langsung bila kecepatan putaran rotor  telah mencapai kecepatan putaran nominalnya secara otomatis melalui slip ring  yang terpasang pada bagian rotor.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;!-- .entry-content --&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-3262363254713262400?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/3262363254713262400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/10/konstruksi-motor-induksi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3262363254713262400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3262363254713262400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/10/konstruksi-motor-induksi.html' title='Konstruksi Motor Induksi'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-294362102182813713</id><published>2010-10-01T00:37:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T00:37:20.790-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Teknik Elektro</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;a href="http://teknikelektro.com/"&gt;Teknik Elektro&lt;/a&gt; adalah ilmu teknik atau  rekayasa yang mempelajari sifat-sifat elektron atau sifat-sifat kelistrikan yang  kemudian diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Berasal dari bahasa Inggris  electrical engineering, yang bisa diartikan dengan teknik listrik.&lt;span id="more-3"&gt;&lt;/span&gt;Dahulu, Ilmu teknik elektro dibagi atas 2 jenis yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Arus kuat, yang mempelajari listrik tegangan tinggi,  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arus lemah, yang mempelajari listrik tegangan rendah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Selain itu, ilmu teknik elektro dapat dibagi menjadi:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Teknik elektrik, terutama mengenai sifat-sifat listrik dan pemanfaatan  listrik dalam berbagai bidang.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teknik elektronika, terutama mengenai sifat-sifat elektron dan  pemanfaatannya dalam berbagai bidang. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sejalan dengan perkembangan teknologi, khususnya pada bagian arus lemah, maka  saat ini dibagi menjadi enam konsentrasi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Teknik Tenaga Listrik (electric power engineering), yang dulunya merupakan  konsentrasi arus kuat  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teknik Elektronika (electronics engineering)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teknik Telekomunikasi (telecommunication engineering)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teknik Kendali atau Teknik Pengaturan (control engineering)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teknik Komputer (computer engineering)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teknik Biomedika (biomedics engineering) merupakan bidang multidisiplin yang  melibatkan berbagai keahlian teknik, ilmu pengetahuan dan metoda teknologi untuk  memecahkan masalah dalam biologi dan kedokteran, untuk peningkatan kualitas  kesehatan masyarakat. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;!-- .entry-content --&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-294362102182813713?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/294362102182813713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/10/sejarah-teknik-elektro.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/294362102182813713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/294362102182813713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/10/sejarah-teknik-elektro.html' title='Sejarah Teknik Elektro'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-8380710043379081429</id><published>2010-09-03T00:46:00.000-07:00</published><updated>2010-09-03T00:46:04.105-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>http://www.filestube.com/sponsored_go.html?id=1&amp;amp;q=Download%20Naruto%20171&lt;br /&gt;&lt;ul class="nova"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.filestube.com/sponsored_go.html?id=1&amp;amp;q=Download%20Naruto%20171" rel="nofollow" style="font-size: 17px; font-weight: normal;" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Download Naruto 171 &lt;/b&gt; [Full  DOWNLOAD] &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.filestube.com/sponsored_go.html?id=2&amp;amp;q=download%20naruto%20shippuden%20171" rel="nofollow" style="font-size: 17px; font-weight: normal;" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;download naruto shippuden 171&lt;/b&gt;.full.rar&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.filestube.com/sponsored_go.html?id=3&amp;amp;q=[Hyogo]_Naruto_Shippuuden_170-171_VOSTFR_[400p]..." rel="nofollow" style="font-size: 17px; font-weight: normal;" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;[Hyogo]_Naruto_Shippuuden_170-171_VOSTFR_[400p]...&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-8380710043379081429?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/8380710043379081429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/09/httpwww.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/8380710043379081429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/8380710043379081429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/09/httpwww.html' title=''/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-3893022630434010037</id><published>2010-06-02T01:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T01:01:56.212-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisis STL'/><title type='text'>Pemodelan Kapasitas Pembangkit Listrik dengan Algoritma Rekursif – Reliability STL Bagian III</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Melanjutkan  tulisan terdahulu, membahas kapasitas pembangkit listrik dengan  metode-metode probabilitas dasar, kali ini kita akan belajar membuat  tabel COP dengan teknik &lt;em&gt;recursive&lt;/em&gt;. Berbeda dengan metode  binomial pada tulisan terdahulu, teknik rekursif ini lebih &lt;em&gt;applicable&lt;/em&gt;  untuk memodelkan pembangkitan seperti pada STL yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sebelum  masuk ke teknik ini, saya ingin mengulas kembali konsep &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Availability&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;  (&lt;strong&gt;kesiapan unit pembangkit&lt;/strong&gt;, dinyatakan sebagai &lt;em&gt;Equivalent  Availability Factor&lt;/em&gt; dalam perhitungan sesungguhnya) dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Unavailability&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  (&lt;strong&gt;ketidaksiapan unit pembangkit&lt;/strong&gt;, dinyatakan sebagai &lt;em&gt;Equivalent  Forced Outage Rate&lt;/em&gt;). Referensi untuk indeks-indeks ini (EAF, EFOR)  mengacu pada ANSI /&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://ieeexplore.ieee.org/xpl/freeabs_all.jsp?arnumber=4135890"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;IEEE standard 762-2006&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;em&gt;IEEE Standard Definitions for Use in  Reporting Electric Generating Unit Reliability, Availability, and  Productivity,&lt;/em&gt;&amp;nbsp; atau dapat juga dibaca di salah satu artikel di  situs &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.nerc.com/files/Predicting-Generating-Unit-Reliability.pdf"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;GADS, NERC&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;Unavailability (FOR) = U&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="=\frac{\lambda}{\lambda + \mu} =\frac{r}{m + r} =\frac{r}{T} =\frac{f}{\mu} =\frac{\text{ jumlah down time}}{\text{jumlah down time + jumlah up time}}" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%3D%5Cfrac%7B%5Clambda%7D%7B%5Clambda+%2B+%5Cmu%7D+%3D%5Cfrac%7Br%7D%7Bm+%2B+r%7D+%3D%5Cfrac%7Br%7D%7BT%7D+%3D%5Cfrac%7Bf%7D%7B%5Cmu%7D+%3D%5Cfrac%7B%5Ctext%7B+jumlah+down+time%7D%7D%7B%5Ctext%7Bjumlah+down+time+%2B+jumlah+up+time%7D%7D&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=2" title="=\frac{\lambda}{\lambda + \mu} =\frac{r}{m + r} =\frac{r}{T} =\frac{f}{\mu} =\frac{\text{ jumlah down time}}{\text{jumlah down time + jumlah up time}}" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;Availability&amp;nbsp;= A&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="=\frac{\mu}{\lambda + \mu} =\frac{m}{m + r} =\frac{m}{T} =\frac{f}{\lambda} =\frac{\text{ jumlah uptime}}{\text{jumlah down time + jumlah up time}}" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%3D%5Cfrac%7B%5Cmu%7D%7B%5Clambda+%2B+%5Cmu%7D+%3D%5Cfrac%7Bm%7D%7Bm+%2B+r%7D+%3D%5Cfrac%7Bm%7D%7BT%7D+%3D%5Cfrac%7Bf%7D%7B%5Clambda%7D+%3D%5Cfrac%7B%5Ctext%7B+jumlah+uptime%7D%7D%7B%5Ctext%7Bjumlah+down+time+%2B+jumlah+up+time%7D%7D&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=2" title="=\frac{\mu}{\lambda + \mu} =\frac{m}{m + r} =\frac{m}{T} =\frac{f}{\lambda} =\frac{\text{ jumlah uptime}}{\text{jumlah down time + jumlah up time}}" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;λ = perkiraan &lt;em&gt;failure rate&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;μ = perkiraan &lt;em&gt;repair rate&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;m&lt;/em&gt; = mean time to failure  = MTTF = 1/λ&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;r&lt;/em&gt; = mean time to repair =  MTTR = 1/μ&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;m&lt;/em&gt; + &lt;em&gt;r&lt;/em&gt; = mean  time between failures = MTBF = 1/&lt;em&gt;f&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;f&lt;/em&gt; = frekuensi siklus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;T&lt;/em&gt; = perioda = 1/&lt;em&gt;f&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Konsep kesiapan dan ketidaksiapan  unit pembangkit&amp;nbsp; di atas berlaku untuk pemodelan sederhana 2 keadaan (&lt;em&gt;state&lt;/em&gt;)  yaitu unit siap (up) dan unit tidak siap (down). Model ini cocok untuk  unit-unit pembangkit yang melayani beban dasar (&lt;em&gt;base load&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-279  aligncenter" height="99" src="http://imadudd1n.files.wordpress.com/2010/04/state.png?w=287&amp;amp;h=99" title="state" width="287" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ketika siklus start-stop unit  pembangkit relatif lama, FOR dapat dijadikan&amp;nbsp;nilai probabilitas unit  tersebut tidak siap di masa depan. Jika siklus start-stop relatif  pendek, seperti yang terjadi pada unit pembangkit yang melayani  kebutuhan beban puncak (&lt;em&gt;peaker&lt;/em&gt;) atau menengah, maka rumus di  atas tidak dapat dipakai. Sebuah unit &lt;em&gt;peaker&lt;/em&gt; memiliki jumlah  start-stop yang banyak dengan jam operasi yang pendek-pendek. Model yang  dipakai untuk &lt;em&gt;peaking unit&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;ini adalah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://dx.doi.org/10.1109/TPAS.1972.293248"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;model 4 keadaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;em&gt;(state&lt;/em&gt;)&lt;em&gt;,&lt;/em&gt; dimana periode paling kritis adalah  ketika unit pembangkit tersebut start. Dalam model 4 state, probabilitas  gagal start juga diperhitungkan. Indeks gagal start sering disebut  sebagai &lt;em&gt;Starting Failure Factor&lt;/em&gt; (SFF), kebalikannya adalah &lt;em&gt;Starting  Reliability &lt;/em&gt;(&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.nerc.com/files/apd-f_Performance_Indexes_and_Equations.pdf"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;lihat indeks-indeks kinerja NERC GADS&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Algoritma Rekursif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Probabilitas kumulatif  bagi&amp;nbsp;unit-unit pembangkit berada dalam keadaan outage / tidak siap  sebesar X MW setelah sebuah unit dengan kapasitas C MW dan FOR sebesar U  ditambahkan adalah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;P(X) = (1 – U) P’(X) + (U) P’(X – C)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;dimana P’(X) dan P(X) adalah  probabilitas kumulatif keadaan dengan kapasitas outage sejumlah X MW  sebelum dan sesudah unit ditambahkan. Keadaan awal : &lt;strong&gt;P’(X) = 1&lt;/strong&gt;  &lt;strong&gt;untuk X ≤ 0&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;, selain itu&lt;strong&gt;&amp;nbsp;P’(X) = 0&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Contoh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Misalkan ada 3 buah unit  pembangkit dengan data sbb:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;|Unit no.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;|Capacity (MW)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;|Failure rate (f/day)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;|Repair rate (r/day)|&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;0.01&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;0.49&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;0.01&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;0.49&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;50&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;0.01&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;0.49&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dari definisi di atas kita dapat  mengetahui bahwa untuk ke-3 unit ini,&amp;nbsp;&lt;em&gt;availability&lt;/em&gt; = A = &lt;img alt="= \frac{0.49}{0.49+0.01}" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%3D+%5Cfrac%7B0.49%7D%7B0.49%2B0.01%7D&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="= \frac{0.49}{0.49+0.01}" /&gt; = 0.98 dan &lt;em&gt;unavailability&lt;/em&gt; = U = 0.02.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;Capacity Outage Probability&lt;/em&gt;  sistem ini&amp;nbsp; disusun secara berurutan sbb:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;Langkah 1.&lt;/strong&gt;  Tambahkan unit pertama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="P(0) = (1 - 0.02) (1) + (0.02) (1) = 1" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P%280%29+%3D+%281+-+0.02%29+%281%29+%2B+%280.02%29+%281%29+%3D+1&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="P(0) = (1 - 0.02) (1) + (0.02) (1) = 1" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="P(25) = (1 - 0.02) (0) + (0.02) (1) = 0.02" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P%2825%29+%3D+%281+-+0.02%29+%280%29+%2B+%280.02%29+%281%29+%3D+0.02&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="P(25) = (1 - 0.02) (0) + (0.02) (1) = 0.02" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;Langkah 2.&lt;/strong&gt;  Tambahkan unit kedua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="P(0) = (1 - 0.02) (1) + (0.02) (1) = 1" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P%280%29+%3D+%281+-+0.02%29+%281%29+%2B+%280.02%29+%281%29+%3D+1&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="P(0) = (1 - 0.02) (1) + (0.02) (1) = 1" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="P(25) = (1 - 0.02) (0.02) + (0.02) (1) = 0.0396" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P%2825%29+%3D+%281+-+0.02%29+%280.02%29+%2B+%280.02%29+%281%29+%3D+0.0396&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="P(25) = (1 - 0.02) (0.02) + (0.02) (1) = 0.0396" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="P(50) = (1 - 0.02) (0) + (0.02) (0.02) = 0.0004" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P%2850%29+%3D+%281+-+0.02%29+%280%29+%2B+%280.02%29+%280.02%29+%3D+0.0004&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="P(50) = (1 - 0.02) (0) + (0.02) (0.02) = 0.0004" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;strong&gt;Langkah 3.&lt;/strong&gt;  Tambahkan unit ketiga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="P(0) = (1 - 0.02) (1) + (0.02) (1) = 1" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P%280%29+%3D+%281+-+0.02%29+%281%29+%2B+%280.02%29+%281%29+%3D+1&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="P(0) = (1 - 0.02) (1) + (0.02) (1) = 1" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="P(25) = (1 - 0.02) (0.0396) + (0.02) (1) = 0.058808" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P%2825%29+%3D+%281+-+0.02%29+%280.0396%29+%2B+%280.02%29+%281%29+%3D+0.058808&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="P(25) = (1 - 0.02) (0.0396) + (0.02) (1) = 0.058808" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="P(50) = (1 - 0.02) (0.0004) + (0.02) (1) = 0.020392" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P%2850%29+%3D+%281+-+0.02%29+%280.0004%29+%2B+%280.02%29+%281%29+%3D+0.020392&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="P(50) = (1 - 0.02) (0.0004) + (0.02) (1) = 0.020392" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="P(75) = (1 - 0.02) (0) + (0.02) (0.0396) = 0.000792" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P%2875%29+%3D+%281+-+0.02%29+%280%29+%2B+%280.02%29+%280.0396%29+%3D+0.000792&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="P(75) = (1 - 0.02) (0) + (0.02) (0.0396) = 0.000792" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;img alt="P(100) = (1 - 0.02) (0) + (0.02) (0.0004) = 0.000008" class="latex" src="http://l.wordpress.com/latex.php?latex=P%28100%29+%3D+%281+-+0.02%29+%280%29+%2B+%280.02%29+%280.0004%29+%3D+0.000008&amp;amp;bg=ffffff&amp;amp;fg=000000&amp;amp;s=0" title="P(100) = (1 - 0.02) (0) + (0.02) (0.0004) = 0.000008" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-3893022630434010037?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/3893022630434010037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/06/pemodelan-kapasitas-pembangkit-listrik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3893022630434010037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3893022630434010037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/06/pemodelan-kapasitas-pembangkit-listrik.html' title='Pemodelan Kapasitas Pembangkit Listrik dengan Algoritma Rekursif – Reliability STL Bagian III'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-706700115494190218</id><published>2010-06-01T00:27:00.000-07:00</published><updated>2010-12-23T23:44:39.316-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>Download</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/cover/20080818112802.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://bse.depdiknas.go.id/cover/20080818112802.jpg" width="145" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/cover/20080818113237.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://bse.depdiknas.go.id/cover/20080818113237.jpg" width="145" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/cover/20080818113532.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://bse.depdiknas.go.id/cover/20080818113532.jpg" width="145" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/cover/20080817212704.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://bse.depdiknas.go.id/cover/20080817212704.jpg" width="146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/cover/20080817211025.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://bse.depdiknas.go.id/cover/20080817211025.jpg" width="146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13107905/TemplateShaker.exe.html"&gt;Software Pembuat template Blog&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080817211025"&gt;Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 1 Prih Sumardjati,dkk. smk Download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080817211049"&gt;Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 2 Prih Sumardjati,dkk. smk Download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080817211112"&gt;Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 3 Prih Sumardjati,dkk. smk Download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080817212704"&gt;Teknik Transmisi Tenaga Listrik Jilid 1 Aslimeri,dkk. smk Download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;`&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080817212725"&gt;Teknik Transmisi Tenaga Listrik Jilid 2 Aslimeri,dkk. smk Download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080817212741"&gt;Teknik Transmisi Tenaga Listrik Jilid 3 Aslimeri,dkk. smk Download&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080818112802"&gt;Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid 1 Suhadi,dkk. smk Download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080818112820"&gt;Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid 2 Suhadi,dkk. smk Download&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080818112838"&gt;Teknik Distribusi Tenaga Listrik Jilid 3 Suhadi,dkk. smk Download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080818113237"&gt;Teknik Listrik Indus- Jilid 1 Siswoyo smk Download&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080818113256"&gt;Teknik Listrik Indus- Jilid 2 Siswoyo smk Download&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080818113310"&gt;Teknik Listrik Indus- Jilid 3 Siswoyo smk Download&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080818113532"&gt;Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Jilid 1 H. Supari Muslim smk Download&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080818113549"&gt;Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Jilid 2 H. Supari Muslim smk Download&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bse.depdiknas.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40&amp;amp;idbuku=20080818113607"&gt;Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Jilid 3 H. Supari Muslim smk Download&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-706700115494190218?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/706700115494190218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/06/fisikamoderndefinisikonsepdanaplikasiny.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/706700115494190218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/706700115494190218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/06/fisikamoderndefinisikonsepdanaplikasiny.html' title='Download'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-3985964460166147179</id><published>2010-05-31T01:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T01:46:17.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Bahan Listrik'/><title type='text'>Ilmu Bahan Listrik - Logam Non Ferro</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Seng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemurnian diperoleh  secara elektrolitis dari bahan oksida seng (ZnO). Penemuan mencapai  kadar 97,75% Zn. Warnanya abu-abu muda dengan titik cair 419°C dan titik  didih 906°C. Daya mekanis tidak kuat.&lt;br /&gt;Seng dipakai sebagai pelindung  dari karat, karena lebih tahan terhadap karat daripada besi. Pelapisan  dengan seng dilakukan dengan cara galvanis seperti pada tembaga. Seng  juga mudah dituang, dan sering dipakai sebagai pencampur bahan lain yang  sukar dituang, misalnya tembaga.&lt;br /&gt;Dalam teknik listrik seng banyak  dipakai untuk bahan selongsonng elemen kering (kutub negatifnya),  batang-batang (elektroda) elemen galvani.&lt;br /&gt;Tahanan jenis 0,12 ohm  mm^2/m Dalam perdagangan seng dijual dalam bentuk pelat yang rata atau  bergelombang. Juga dalam bentuk kawat dan tuangan dalam bentuk balok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Timah Hitam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Timah hitam  terkenal dengan nama timbel. Berat jenis timbel 11,4 dan tahanan jenis  0,94. Logam ini lunak, dapat dicetak dengan cara dicairkan. Titik cair  timbel 325°C. Titik didihnya 1560°C, warnanya abu-abu. Timbel tahan  terhadap udara, air, air garam, asam belerang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam  teknik listrik, timbel dipakai sebagai pelindung untuk kabel listrik  dalam tanah atau pada kabel listrik dasar laut. Karena sifatnya tahan  air dan tahan air garam maka kabel yang dibungkus dengan timbel tidak  menjadi rusak dipakai di laut. Tetapi kabel menjadi terlalu berat dan  mudah terluka/tergores karena sifat lunaknya. Selain itu timbel kurang  tahan terhadap getaran. Karena getaran, timbel dapat menjadi rusak dan  menyebabkan air masuk ke dalam kabel. Oleh sebab itu pemasangan kabel  bersalut timbel hendaknya dijauhkan dari tempat yang banyak getaran ,  misalnya dekat rel kereta api, jembatan, dan sebagainya. Timbel juga  tidak tahan terhadap asam cuka, asam sendawa, dan kapur. Adonan beton  yang masih basah juga merusak timbel, maka kabel bersalut timbel yang  dipasang pada beton harus diberi perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali sebagai  bahan pelindung kabel, kabel juga dipakai untuk pelat-pelat aki,  kutub-kutub aki, penghubung sel-sel aki, dan sebagainya. Timbel yang  dicampur timah putih dipakai untuk bahan soldir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh  kekuatan mekanis yang lebih baik sebagai pembalut kabel, maka timbel  dicampur dengan tembaga, antimony, cadmium dan sebagainya.&lt;br /&gt;Timbel  mengandung racun, maka setelah bekerja dengan timbel tangan harus dicuci  bersih sebelum dipakai untuk memegang makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Timah Putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Timah putih biasa  disebut dengan timah. Keadaannya hamper sama dengan timbel. Warnanya  putih mengkilat. Titik cairnya lebih rendah dari timbel, yaitu 232°C.  Berat jenis 7,3 tahanan jenis 0,15 ohm mm^2/m, keadaan lunak. Timah  tidak beracun seperti halnya timbel dan dipakai sebagai pelapis atau  bahan campuran.&lt;br /&gt;Sebagai bahan mentah timah diperdagangkan, dituang  dalam bentuk balok, sebagai barang setengah jadi, dibuat pelat yang  sangat tipis (kurang dari 0,2 mm) dengan nama staniol. Dan yang lebih  tipis lagi dengan nama fuli timah. Kadang-kadang timah dicampur dengan  timbel. Untuk ini apabila akan digunakan untuk pembungkus makanan, kadar  timbel tidak boleh dari 10%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teknik listrik, timah banyak  dipakai sebagai pelapis tembaga pada hantaran yang bersekat karet dan  hantaran tanah. Macam-macam peralatan listrik dilapis dengan timah untuk  menahan karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sifatnya yang lunak, kalau ditekan oleh  ring pada pengerasan mur atau sekrup, timah dapat betul-betul rata  sehingga hubungan (kontak) menjadi betul-betul baik, mengurangi tahanan  dan meniadakan bunga api (missal pada sepatu kabel, kontak penghubung,  rel-rel kotak sekering dan sebagainya.&lt;br /&gt;Pelat-pelat tipis dipakai pada  kapasitor. Kegunaan lain dari timah adalah sebagai bahan patri, yaitu  dengan mencampurnya dengan timbel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Tembaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tembaga adalah bahan tambang yang  diketemukan sebagai bijih tembaga yang masih bersenyawa dengan zat asam,  asam belerang atau bersenyawa dengan kedua zat tadi. Dalam bijih  tembaga juga terkandung batu-batu. Tembaga terdapat di Amerika Utara,  Chili, Siberia, Pegunungan Ural, Irian Jaya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Pembuatan Tembaga&lt;br /&gt;Pembuatan tembaga dilakukan dalam beberapa tahap.  Tembaga terikat secara kimia di dalam bijih pada bahan yang disebut batu  gang. Untuk mengumpulkan bijih-bijh itu biasanya dulakukan dengan  membersihkannya dalam cairan berbuih, di mana di situ ditiupkan udara.  Ikatan tembaga dari bijih yang digiling sampai halus dicampur dengan air  dan zat-zat kimia sehingga menjadi pulp (bubur) pada suatu bejana  silinder. Zat-zat kimia (yang disebut Reagens) berfungsi untuk  mempercepat terpisahnya tembaga. Pada bubur tersebut ditiupkan udara  atau gas sehingga timbul buih yang banyak. Bagian-bagian logam yang  kecil sekali melekat pada gelembung udara atau gas tersebut. Di situ  terdapat semacam kincir yang berputar dengan kecepatan sedemikian rupa  sehingga gaya sentrifugal melemparkan buih tersebut dengan mineral  keluar tepi bejana sehingga terpisah dari batu gang. Setelah proses  tersebut logam dihilangkan airnya. Proses selanjutnya adalah pencarian  di dalam suatu dapur mantel dengan jalan membakarnya dengan arang debu.  Di sini dapat dipisahkan zat asam dan batu-batu silikon dan besinya  dioksidasikan menjadi terak yang mengapung pada copper sulifida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan  tembaga selanjutnya adalah dengan membawa isi dapur (yang disebut  matte) ke konverter mendatar. Di sini belerang akan terbakar oleh arus  udara yang kuat. Kemudian tembaga yang disebut blister sekali lagi  dicairkan di dalam sebuah dapur anode. Dalam proses ini (yang disebut  polen) terjadi proes pengurangan zat asam.&lt;br /&gt;Dari dapur anode cairan  segera dituangkan ke dalam cetakan, menjadi pelat-pelat anode. Pelat  anode ini setelah didinginkan diangkat ke rumah tangki (bejana beton  yang dilapisi timbel antimor pada bagian dalamnya) untuk diolah dengan  cara elektrolisis, di mana batang tembaga tersebut dipergunakan sebagai  anoda dan lempengan tembaga tipis murni sebagai katode. Selama  terjadinya proses elektrolisis, anoda mengurai perlahan-lahan dan  tembaga yang kemurniannya tinggi menempel pada katode. Untuk mendapatkan  tembaga yang kemurniannya tinggi maka tembaga tersebut harus menjalani  proses cair dalam dapur saringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sifat – Sifat Tembaga&lt;br /&gt;Produksi  tembaga sebagian besar dipergunakan dalam industri kelistrikan, karena  tembaga mempunyai daya hantar listrik yang tinggi. Kotoran yang terdapat  dalam tembaga akan memperkecil/mengurangi daya hantar listriknya.&lt;br /&gt;Selain  mempunyai daya hantar listrik yang tinggi, daya hantar panasnya juga  tinggi; dan tahan karat. Oleh karena itu tembaga juga dipakai untuk  kelengkapan bahan radiator, ketel, dan alat kelengkapan pemanasan.&lt;br /&gt;Tembaga  mempunyai sifat dapat dirol, ditarik, ditekan, ditekan tarik dan dapat  ditempa (meleable).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pemakaian meningkat, bahan cadangan  untuk mengganti tembaga sudah dipikirkan. Bahan pengganti yang agak  mendekati adalah alumunium (Ai). Akan tetapi daya hantar listrik maupun  daya hantar panas dari alumunium lebih rendah dibandingkan tembaga.&lt;br /&gt;Titik  cair tembaga adalah 1083° Celcius, titik didihnya 2593° Celcius, massa  jenis 8,9, kekuatan tarik 160 N/mm^2.&lt;br /&gt;Kegunaan lain dari tembaga  ialah sebagai bahan untuk baut penyolder, untuk kawat-kawat jalan traksi  listrikl (kereta listrik, trem, dan sebagainya), unsur hantaran listrik  di atas tanah, hantaran penangkal petir, untuk lapis tipis dari  kolektor, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E.  Alumunium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Logam ini sangat diperlukan dalam pembuatan kapal  terbang, mobil, motor, dan dalam teknik listrik. Alumunium diperoleh  dari boksit yang didapat di Suriname, di Amerika utara dan negara-negara  lain. Selain boksit, alumunium juga diperoleh dari kriolit yang berasal  dari Greenland dan Batu Labrado, yang ditemukan di Norwegia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Pembuatan Alumunium&lt;br /&gt;Biasanya tanah alumunium bersama soda dicairkan  di bawah tekanan pada suhu 160° Celcius, di mana terjadi suatu  persenyawaan alumunium, dan kemudian sodanya ditarik sehingga berubah  menjadi oksida alumunium yang masih mempunyai titik cair tinggi (2200°  Celcius). Titik cair turun menjadi sebesar 100° Celcius kalau dicampur  kriolit. Proses cair itu terjadi dalam sebuah dapur listrik yang terdiri  atas sebuah bak baja plat, di bagian dalam dilapisi dengan arang murni,  dan diatasnya terdapat batang-batang arang yang dicelupkan ke dalam  campuran tersebut. Arus listrik yang mengalir akan mengangkat kriolit  menjadi cair oleh panas yang terjadi karena arus listrik yang mengangkat  dalam cairan kriolit tersebut adalah sebagai bahan pelarut untuk  oksidasi alumunium. Alumunium (titik cair 650° C) dipisahkan oleh arus  listrik itu ke dasar dan diambil. Proses cair itu sebenarnya lama sekali  dan perlu arus listrik yang besar (10.000-30.000A). Oleh karena itu  pembuatan alumunium hanya dilakukan di negara-negara yang listriknya  murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Logam Mulia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Perak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perak, emas dan platina  termasuk logam mulia. Perak terdapat dalam campuran logam-logam lain,  misalnya timbel, timah atau seng. Setelah melalui proses pemurnian dapat  diperoleh perak murni. Logam ini lunak, ulet dan mengkilat, dapat  dicetak dan ditarik. Titik cairnya di bawah titik cair tembaga, yaitu  960°C, berat jenis 10,5 dan tahanan jenis perak 0,016° Ohm mm2 /m.  Berarti daya hantar listriknya lebih dari tembaga. Perak merupakan logam  yang mempunyai daya hantar terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perak termasuk bahan yang  sukar beroksidasi, dan warnanya putih. Karena harganya agak mahal maka  pemakaiannya dalam teknik listrik untuk hal-hal yang khusus dan penting  saja. Misalnya, untuk kumparan pengukur. Pesawat ini membutuhkan  ketelitian dan ruangan sempit sehingga membutuhkan penghantar dengan  daya hantar yang terbaik dan tidak berkarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi perak dibuiat  kawat dengan ukuran yang sangat lembut, yang disebut benang perak.  Karena titik cairnya di bawah tembaga,maka perak dipergunakan juga  sebagai pengamanlebur. Untuk titik-titik kontak banayak digunakan perak.  Pemasangannya mudah karena perak mudah cair dan mudah dipatrikan pada  logam lain, misalnya besi, tembagadan sebagainya. Perak juga tidak  berkarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Emas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Emas  terdapat dalam persenyawaan dengan logam-logam lain. Pemurniannya  dikerjakan secara kimia. Emas murni sangat lunak. Kekerasannya dapat  dipertinggi dengan mencampurkan perak. Banyaknya perak dalam campuran  initi menentukan besarnya karat. Emas murni dinyatakan sebagai 24 karat.  Emas 22 karat berarti dalam 24 bagian ada 22 bagian emas, sisanya perak  2 bagian. Warnanya kuning mengkilat. Berat jenis 19,3. Titik cair  1063°C.Dalam perdagangan emas berbentuk balok tuangan dan lembaran  seperti kertas, sangat tipis. Karena mahalnya, umumnya emas jarang  dipakai dalam teknik listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Platina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Platina merupakan bahan yang tidak berkarat, dapat  ditempa, regang, tetapi sukar dicairkan dan tahan dari sebagian besar  bahan-bahan kimia; merupakan logam terberat dengan berat jenis 21,5.  Titik cairnya mencapai 1774°C, sedang tahanan jenisnya 0,42 ohm.mm^2/m.  Warnanya putih keabu-abuan. Pemurnian platina dilakukan secara kimia.  Platina dapat ditarik menjadi kawat halus dan filamen yang tipis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Platina  dipakai dalam laboratorium, untuk unsur pemanas tungku-tungku listrik  bila membutuhkan panas yang tinggi, dapat mencapai diatas 1300° C.  Pemakaian platina dalam teknik listrik antara lain untuk peralatan  laboratorium yang tahan karat, kisi tabung radio yang khusus dan  sebagainya. Hampir kesemuanya itu untuk kepentingan dalam laboratorium  yang sangat membutuhkan kecermatan kerja pesawat. Untuk dipakai secara  umum platina terlalu mahal dan bahan lain sebagai penggantinya cukup  banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-3985964460166147179?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/3985964460166147179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/ilmu-bahan-listrik-logam-non-ferro.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3985964460166147179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3985964460166147179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/ilmu-bahan-listrik-logam-non-ferro.html' title='Ilmu Bahan Listrik - Logam Non Ferro'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-6186894608225998943</id><published>2010-05-31T01:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T01:43:31.248-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Bahan Listrik'/><title type='text'>Ilmu Bahan Listrik - Bahan Penyekat</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sifat-Sifat Bahan Penyekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan  penyekat digunakan untuk memisahkan bagian-bagian yang bertegangan.  Untuk itu pemakaian bahan penyekat perlu mempertimbangkan sifat  kelistrikanya. Di samping itu juga perlu mempertimbangkan sifat termal,  sifat mekanis, dan sifat kimia. &lt;br /&gt;Sifat kelistrikan mencakup  resistivitas, permitivitas, dan kerugian dielektrik. Penyekat  membutuhkan bahan yang mempunyai resistivitas yang besar agar arus yang  bocor sekecil mungkin (dapat diabaikan). Yang perlu diperhatikan di sini  adalah bahwa bahan isolasi yang higroskopis hendaknya dipertimbangkan  penggunaannya pada tempat-tempat yang lembab karena resistivitasnya akan  turun. Resistivitas juga akan turun jika tegangan yang diberikan naik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya  kapasitansi bahan isolasi yang berfungsi sebagai dielektrik ditentukan  oleh permitivitasnya, di samping jarak dan luas permukaannya. Besarnya  permitivitas udara adalah 1,00059, sedangakan untuk zat padat dan zat  cair selalu lebih besar dari itu. Apabila bahan isolasi diberi tegangan  bolak-balik maka akan terdapat energi yang diserap oleh bahan tersebut.  Besarnya kerugian energi yang diserap bahan isolasi tersebut berbanding  lurus dengan tegangan, frekuensi, kapasitansi, dan sudut kerugian  dielektrik. Sudut tersebut terletak antara arus kapasitif dan arus total  (Ic + Ir). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu juga berpengaruh terhadap kekuatan mekanis,  kekerasan, viskositas, ketahanan terhadap pengaruh kimia dan sebagainya.&lt;span class="fullpost"&gt; Bahan isolasi dapat rusak diakibatkan oleh panas pada  kurun waktu tertentu. Waktu tersebut disebut umur panas bahan isolasi.  Sedangakan kemampuan bahan menahan suhu tertentu tanpa terjadi kerusakan  disebut ketahanan panas. Menurut IEC (International Electrotechnical  Commission) didasarkan atas batas suhu kerja bahan, bahan isolasi yang  digunakan pada suhu di bawah nol (missal pada pesawat terbang,  pegunungan) perlu juga diperhitungkan karena pada suhu di bawah nol  bahan isolasi akan menjadi keras dan regas. Pada mesin-mesin listrik,  kenaikan suhu pada penghantar dipengaruhi oleh resistansi panas bahan  isolasi. Bahan isolasi tersebut hendaknya mampu meneruskan panas yang  didesipasikan oleh penghantar atau rangkaian magnetik ke udara  sekelilingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan larut bahan isolasi, resistansi kimia,  higroskopis, permeabilitas uap, pengaruh tropis, dan resistansi radio  aktif perlu dipertimbangkan pada penggunaan tertentu. Kemampuan larut  diperlukan dalam menentukan macam bahan pelarut untuk suatu bahan dan  dalam menguji kemampuan bahan isolasi terhadap cairan tertentu selama  diimpregnasi atau dalam pemakaian. Kemampuan larut bahan padat dapat  dihitung berdasarkan banyaknya bagian permukaan bahan yang dapat larut  setiap satuan waktu jika diberi bahan pelarut. Umumnya kemampuan larut  bahan akan bertambah jika suhu dinaikkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahanan terhadap  korosi akibat gas, air, asam, basa, dan garam bahan isolasi juga  nervariasi antara satu pemakaian bahan isolasi di daerah yang  konsentrasi kimianya aktif, instalasi tegangan tinggi, dan suhu di atas  normal. Uap air dapat memperkecil daya isolasi bahan. Karena bahan  isolasi juga mempunyai sifat higroskopis maka selama penyimpanan atau  pemakaian diusahakan agar tidak terjadi penyerapan uap air oleh bahan  isolasi, dengan memberikan bahan penyerap uap air, yaitu senyawa P2O5  atau CaC12. Bahan yang molekulnya berisi kelompok hidroksil (OH)  higrokopisitasnya relative besar dibanding bahan parafin dan polietilin  yang tidak dapat menyerap uap air. Bahan isolasi hendaknya juga  mempunyai permeabilitas uap (kemampuan untuk dilewati uap) yang besar,  khususnya bagi bahan yang digunakan untuk isolasi kabel dan rumah  kapasitor. Di daerah tropis basah dimungkinkan tumbuhnya jamur dan  serangga. Suhu yang tinggi disertai kelembaban dalam waktu lama dapat  menyebabkan turunnya kemampuan isolasi. Oleh karena bahan isolasi  hendaknya dipisi bahan anti jamur (paranitro phenol, dan pentha chloro  phenol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian bahan isolasi sering dipengaruhi  bermacam-macam energi radiasi yang dapat berpengaruh dan mengubah sifat  bahan isolasi. Radiasi sinar matahari mempengaruhi umur bahan, khususnya  jika bersinggungan dengan oksigen. Sinar ultra violet dapat merusak  beberapa bahan organic. T yaitu kekuatan mekanik elastisitas. Sinar X  sinar-sinar dari reactor nuklir, partikel-partikel radio isotop juga  mempengaruhi kemampuan bahan isolasi. Sifat mekanis bahan yang meliputi  kekuatan tarik, modulus elastisitas, dan derajat kekerasan bahan isolasi  juga menjadi pertimbangan dalam memilih suatu jenis bahan isolasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembagian Kelas Bahan Penyekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan  penyekat listrik dapat dibagi atas beberapa kelas berdasarkan suhu  kerja maksimum, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Kelas Y, suhu kerja  maksimum 90°C&lt;br /&gt;Yang termasuk dalam kelas ini  adalah bahan berserat  organis (seperti Katun, sutera alam, wol sintetis, rayon serat poliamid,  kertas, prespan, kayu, poliakrilat, polietilen, polivinil, karet, dan  sebagainya) yang tidak dicelup dalam bahan pernis atau bahan pencelup  lainnya. Termasuk juga bahan termoplastik yang dapat lunak pada suhu  rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kelas A, suhu kerja maksimum 150°C&lt;br /&gt;Yaitu bahan  berserat dari kelas Y yang telah dicelup dalam pernis aspal atau kompon,  minyak trafo, email yang dicampur dengan vernis dan poliamil atau yang  terendam dalam cairan dielektrikum (seperti penyekat fiber pada  transformator yang terendam minyak). Bahan -bahan ini adalah katun,  sutera, dan kertas yang telah dicelup, termasuk kawat email  (enamel)  yang terlapis damar-oleo dan damar-polyamide. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kelas E, suhu  kerja maksimum 120°C&lt;br /&gt;Yaitu bahan penyekat kawat enamel yang memakai  bahan pengikat polyvinylformal, polyurethene dan damar epoxy dan bahan  pengikat lain sejenis dengan bahan selulosa, pertinaks dan tekstolit,  film triacetate, film dan serat polyethylene terephthalate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Kelas B, suhu kerja maksimum 130°C&lt;br /&gt;Yaitu Yaitu bahan non-organik  (seperti : mika, gelas, fiber, asbes) yang dicelup atau direkat menjadi  satu dengan pernis atau kompon, dan biasanya tahan panas (dengan dasar  minyak pengering, bitumin sirlak, bakelit, dan sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Kelas F, suhu kerja maksimum 155°C&lt;br /&gt;Bahan bukan organik dicelup atau  direkat menjadi satu dengan epoksi, poliurethan, atau vernis yang tahan  panas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kelas H, suhu kerja maksimum 180°C&lt;br /&gt;Semua  bahan komposisi dengan bahan dasar mika, asbes dan gelas fiber yang  dicelup dalam silikon tanpa campuran bahan berserat (kertas, katun, dan  sebagainya). Dalam kelas ini termasuk juga karet silikon dan email kawat  poliamid murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kelas C, suhu kerja diatas 180°C&lt;br /&gt;Bahan  anorganik yang tidak dicelup dan tidak terikat dengan substansi organic,  misalnya mika, mikanit yang tahan panas (menggunakan bahan pengikat  anorganik), mikaleks, gelas, dan bahan keramik. Hanya satu bahan organik  saja yang termasuk kelas C yaitu politetra fluoroetilen (Teflon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Macam-macam bahan penyekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Bahan  penyekat bentuk padat, bahan listrik ini dapat dikelompokkan menjadi  beberapa macam, diantaranya yaitu: bahan tambang, bahan berserat, gelas,  keramik, plastik, karet, ebonit dan bakelit, dan bahan-bahan lain yang  dipadatkan. &lt;br /&gt;• Bahan penyekat bentuk cair, jenis penyekat ini yang  banyak digunakan pada teknik listrik adalah air, minyak transformator,  dan minyak kabel. &lt;br /&gt;• Bahan penyekat bentuk gas, yang sering digunakan  untuk keperluan teknik listrik diantaranya : udara, nitrogen, hidrogen,  dan karbondioksida.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-6186894608225998943?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/6186894608225998943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/ilmu-bahan-listrik-bahan-penyekat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/6186894608225998943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/6186894608225998943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/ilmu-bahan-listrik-bahan-penyekat.html' title='Ilmu Bahan Listrik - Bahan Penyekat'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-3142829207973215342</id><published>2010-05-31T01:08:00.001-07:00</published><updated>2010-05-31T01:08:57.462-07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Siap Bangun 93 Pembangkit Listrik Baru</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;a href="http://dunia-listrik.blogspot.com/2010/03/pemerintah-siap-bangun-93-pembangkit.html"&gt;Pemerintah  Siap Bangun 93 Pembangkit Listrik Baru&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vbLcDpetdkY/S6Jn_cL_7FI/AAAAAAAAAYE/6sb29HoEYC0/s1600-h/PLTU+Tanjung+Jati+B.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450032838667660370" src="http://1.bp.blogspot.com/_vbLcDpetdkY/S6Jn_cL_7FI/AAAAAAAAAYE/6sb29HoEYC0/s200/PLTU+Tanjung+Jati+B.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 100px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 100px;" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah  menerbitkan Peraturan Presiden No. 4 Tahun 2010 sebagai landasan dan  payung hukum Program Percepatan 10.000 MW Tahap II, Kementerian ESDM  mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No. 02 Tahun 2010 Tentang Daftar  Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tahap II serta  transmisi terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Permen ESDM No, 2 Tahun 2010 dijelaskan  bahwa proyek-proyek pembangkit tenaga listrik yang akan dibangun  menggunakan bahan bakar energi terbarukan, batubara dan gas, 21  pembangkit akan dibangun PT PLN (Persero) dan 72 pembangkit melalui  kerjasama PT PLN (Persero) dengan  pengembang listrik swasta.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masa berlaku Permen adalah sejak tanggal 27  Januari 2010 hingga tanggal 31 Desember 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut daftar  pembangkit yang akan dibangun dalam proyek percepatan 10.000 MW tahap II  seperti tercantum dalam Permen ESDM.&lt;br /&gt;Proyek-proyek pembangkit yang  dilaksanakan oleh PLN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PLTP Tangkuban Perahu I, Jawa Barat  dengan kapasitas 2x55 MW.&lt;br /&gt;2. PLTP Kamojang 5 dan 6, Jawa Barat  dengan kapasitas 1x40 MW dan 1x60 MW.&lt;br /&gt;3. PLTP Ijen, Jawa Timur  dengan kapasitas 2x55 MW.&lt;br /&gt;4. PLTP Lyang Argopuro, Jawa Timur  dengan kapasitas 1x55 MW&lt;br /&gt;5. PLTP Wilis/Ngebel, Jawa Timur dengan  kapasitas 3x55 MW.&lt;br /&gt;6. PLTP Sungai Penuh, Jambi dengan kapasitas  2x55 MW.&lt;br /&gt;7. PLTU Hululais, Bengkulu dengan kapasitas 2x55 MW.&lt;br /&gt;8. PLTP Kotamobagu 1 dan 2, Sulawesi Utara dengan kapasitas 2x20 MW.&lt;br /&gt;9. PLTP Kotamobagu 3 dan 4, Sulawesi Utara dengan kapasitas 2x20 MW.&lt;br /&gt;10. PLTP Sembalun, Nusa Tenggara Barat dengan kapasitas 2x10 MW.&lt;br /&gt;11. PLTP Tulehu, Maluku dengan kapasitas 2x10 MW.&lt;br /&gt;12. PLTA Upper  Cisokan, Jawa Barat dengan kapasitas 4x250 MW.&lt;br /&gt;13. PLTU Asahan 3,  Sumatera Utara dengan kapasitas 2x87 MW.&lt;br /&gt;14. PLTU Indramayu, Jawa  Barat dengan kapasitas 1x1.000 MW&lt;br /&gt;15. PLTU Pangkalan Susu 3 dan 4,  Sumatera Utara dengan kapasitas 2x200 MW.&lt;br /&gt;16. PLTU Sampit,  Kalimantan Tengah dengan kapasitas 2x25 MW.&lt;br /&gt;17. PLTU Kotabaru,  Kalimantan Selatan dengan kapasitas 2x7 MW.&lt;br /&gt;18. PLTU Parit Baru,  Kalimantan Barat dengan kapasitas 2x50 MW&lt;br /&gt;19. PLTU Talakar,  Sulawesi Selatan dengan kapasitas 2x100 MW.&lt;br /&gt;20. PLTU Kaltim  (Peaking) dengan kapasitas 2x50 MW&lt;br /&gt;21. PLTGU Muara Tawar ad on 2,3  dan 4, Jawa Barat dengan kapasitas 1x150 MW dan 3x350 MW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek-proyek  pembangkit yang dilaksanakan melalui kerjasama antara PLN  dengan  pengembang listrik swasta :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PLTP Rawa Dano, Banten dengan  kapasitas 1x110 MW.&lt;br /&gt;2. PLTP Cibuni, Jawa Barat dengan kapasitas  1x10 MW.&lt;br /&gt;3. PLTP Cisolok-Cisukarame, Jawa Barat dengan kapasitas  1x50 MW.&lt;br /&gt;4. PLTP Drajat, Jawa Barat dengan kapasitas 2x55 MW.&lt;br /&gt;5. PLTP Karaha Bodas, Jawa Barat dengan kapasitas 1x30 MW dan 2x55 MW.&lt;br /&gt;6. PLTP Patuha, Jawa Barat dengan kapasitas 3x60 MW.&lt;br /&gt;7. PLTP  Salak, Jawa Barat dengan kapasitas 1x40 MW&lt;br /&gt;8. PLTP Tampomas, Jawa  Barat dengan kapasitas 1x45 MW&lt;br /&gt;9. PLTP Tangkuban Perahu II, Jawa  Barat dengan kapasitas 2x30 MW&lt;br /&gt;10. PLTP Wayang Windu, Jawa Barat  dengan kapasitas 2x120 MW.&lt;br /&gt;11. PLTP Baturaden, Jawa Tengah dengan  kapasitas 2x110 MW.&lt;br /&gt;12. PLTP Dieng, Jawa Tengah dengan kapasitas  1x55 MW dan 1x60 MW.&lt;br /&gt;13. PLTP Guci, Jawa Tengah dengan  kapasitas1x55 MW&lt;br /&gt;14. PLTP Ungaran, Jawa Tengah dengan kapasitas  1x55 MW&lt;br /&gt;15. PLTP Seulawah Agam, Nanggroe Aceh Darussalam dengan  kapasitas 1x55 MW&lt;br /&gt;16. PLTP Jaboi, Nanggroe Aceh Darusalam dengan  kapasitas 1x7 MW&lt;br /&gt;17. PLTP Sarulla 1, Sumatera Utara dengan  kapasitas 3x110 MW&lt;br /&gt;18. PLTP Sarulla 2, Sumatera Utara dengan  kapasitas 2x55 MW&lt;br /&gt;19. PLTP Sorik Merapi, Sumatera Utara dengan  kapasitas 1x55 MW&lt;br /&gt;20. PLTP Muaralaboh, Sumatera Barat dengan  kapasitas 2x110 MW&lt;br /&gt;21. PLTP Lumut Balai, Sumatera Selatan dengan  kapasitas 4x55 MW&lt;br /&gt;22. PLTP Rantau Dadap, Sumatera Selatan dengan  kapasitas 2x110 MW.&lt;br /&gt;23. PLTP Rajabasa, Lampung dengan kapasitas  2x110 MW&lt;br /&gt;24. PLTP Ulubelu 3 dan 4, Lampung dengan kapasitas 2x55  MW.&lt;br /&gt;25. PLTP Lahendong 5 dan 6, Sulawesi Utara dengan kapasitas  2x20 MW.&lt;br /&gt;26. PLTP Bora, Sulawesi Tengah dengan kapasitas 1x5 MW&lt;br /&gt;27. PLTP Merana/Masaingi, Sulawesi Tengah dengan kapasitas 2x10 MW&lt;br /&gt;28. PLTP Mangolo, Sulawesi Tenggara dengan kapasitas 2x5 MW&lt;br /&gt;29.  PLTP Huu, Nusa Tenggara Barat dengan kapasitas 2x10 MW&lt;br /&gt;30. PLTP  Atadei, Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas 2x2,5 MW.&lt;br /&gt;31. PLTP  Sukoria, Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas 2x2,5 MW.&lt;br /&gt;32. PLTP  Jailolo, Maluku Utara dengan kapasitas 2x5 MW&lt;br /&gt;33. PLTP Songa  Wayaua, Maluku Utara dengan kapasitas 1x5 MW&lt;br /&gt;34. PLTA Simpang Aur,  Bengkulu dengan kapasitas 2x6MW dan 2x9 MW&lt;br /&gt;35. PLTU Bali Timur,Bali  dengan kapasitas 2x100 MW&lt;br /&gt;36. PLTA Madura dengan kapasitas 1x400  MW&lt;br /&gt;37. PLTU Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam dengan kapasitas 2x4  MW&lt;br /&gt;38. PLTU Nias, Sumatera Utara dengan kapasitas 2x7 MW&lt;br /&gt;39.  PLTU Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dengan kapasitas 2x15 MW&lt;br /&gt;40.  PLTU Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau dengan kapasitas 2x10 MW&lt;br /&gt;41. PLTU Tanjung Batu, Kepulauan Riau dengan kapasitas 2x4 MW&lt;br /&gt;42.  PLTU Bangka, Bangka Belitung dengan kapasitas 2x30 MW&lt;br /&gt;43. PLTU  Ketapang, Kalimantan Barat 2x10 MW&lt;br /&gt;44. PLTU Petung, Kalimantan  Timur 2x7 mW&lt;br /&gt;45. PLTU Melak, Kalimantan Timur 2x7 MW&lt;br /&gt;46. PLTU  Nunukan, Kalimantan Timur 2x7 MW&lt;br /&gt;47. PLTU Kaltim, 2x100 MW&lt;br /&gt;48.  PLTU Putussibau, Kalimantan Barat 2x4 MW&lt;br /&gt;49. PLTU Kalsel,  Kalimantan Selatan dengan kapasitas 2x100 MW&lt;br /&gt;50. PLTU Tahuna,  Sulawesi Utara dengan kapasitas 2x4 MW&lt;br /&gt;51. PLTU Moutong, Sulawesi  Tengah 2x4 MW&lt;br /&gt;52. PLTU Luwuk, Sulawesi Tengah, 2x10 MW.&lt;br /&gt;53.  PLTU Mamuju, Sulawesi Barat dengan kapasitas 2x7 MW&lt;br /&gt;54. PLTU  Selayar, Sulawesi Selatan dengan kapasitas 2x4 MW&lt;br /&gt;55. PLTU Bau-bau,  Sulawesi Tenggara dengan kapasitas 2x10 MW.&lt;br /&gt;56. PLTU Kendari,  Sulawesi Tenggara dengan kapasitas 2x25 MW&lt;br /&gt;57. PLTU Kolaka,  Sulawesi Tenggara 2x10 MW.&lt;br /&gt;58. PLTU Sumbawa, Nusa Tenggara Barat  dengan kapasitas 2x10 MW&lt;br /&gt;59. PLTU Larantuka, Nusa Tenggara Timur  2x4 MW&lt;br /&gt;60. PLTU Waingapu, Nusa Tenggara Timur 2x4MW&lt;br /&gt;61. PLTU  Tobelo, Maluku Utara, 2x4 MW&lt;br /&gt;62. PLTU Tidore, Maluku Utara, 2x7 MW&lt;br /&gt;63. PLTU Tual, Maluku 2x4 MW&lt;br /&gt;64. PLTU Masohi, Maluku 2x4 MW&lt;br /&gt;65. PLTU Biak, Papua 2x7 MW&lt;br /&gt;66. PLTU Jayapura, Papua 2x15 MW&lt;br /&gt;67. PLTU Nabire, Papua 2x7 MW&lt;br /&gt;68. PLTU Merauke, Papua 2x7 MW&lt;br /&gt;69. PLTU Sorong, Papua Barat 2x15 MW.&lt;br /&gt;70. PLTU Andai, Papua Barat  2x7 MW&lt;br /&gt;71. PLTGU Bangkanai, Kalimantan Tengah 1x120 MW&lt;br /&gt;72.  PLTGU Senoro, Sulawesi Tengah, 2x120 MW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Percepatan  10.000 MW merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempersiapkan  ketersediaan energi nasional di masa depan untuk mengimbangi peningkatan  kebutuhan rata-rata 6,8% per tahun.  Terkait masalah pendanaan, dalam  Perpres dinyatakan pendanaan pembangunan pembangkit tenaga listrik dan  transmisi berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),  anggaran internal PT PLN (Persero), dan sumber dana lainnya yang sah dan  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  Kementerian ESDM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-3142829207973215342?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/3142829207973215342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/pemerintah-siap-bangun-93-pembangkit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3142829207973215342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3142829207973215342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/pemerintah-siap-bangun-93-pembangkit.html' title='Pemerintah Siap Bangun 93 Pembangkit Listrik Baru'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vbLcDpetdkY/S6Jn_cL_7FI/AAAAAAAAAYE/6sb29HoEYC0/s72-c/PLTU+Tanjung+Jati+B.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-3289327080561401791</id><published>2010-05-31T00:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T00:28:24.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUIL 2000'/><title type='text'>PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Singkat PUIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan  instalasi listrik yang pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa  instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik adalah AVE (Algemene  Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties) yang diterbitkan  sebagai Norma N 2004  oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda.  Kemudian AVE N 2004 ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan  diterbitkan pada tahun 1964 sebagai Norma Indonesia NI6 yang kemudian  dikenal sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peraturan Umum  Instalasi Listrik&lt;/span&gt; disingkat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL  1964&lt;/span&gt;, yang merupakan penerbitan pertama dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 1977&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 1987&lt;/span&gt; adalah penerbitan PUIL yang  kedua dan ketiga yang merupakan hasil penyempurnaan atau revisi dari  PUIL sebelumnya, maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 2000&lt;/span&gt;  ini merupakan terbitan ke 4. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam penerbitan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL&lt;/span&gt; 1964, 1977 dan 1987 nama buku ini  adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peraturan Umum Instalasi  Listrik&lt;/span&gt;, maka pada penerbitan sekarang tahun 2000, namanya  menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persyaratan Umum Instalasi  Listrik&lt;/span&gt; dengan tetap mempertahankan singkatannya yang sama yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL&lt;/span&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggantian dari kata  “Peraturan” menjadi “Persyaratan” dianggap lebih tepat karena pada  perkataan “peraturan” terkait pengertian adanya kewajiban untuk mematuhi  ketentuannya dan sangsinya. Sebagaimana diketahui sejak AVE sampai  dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 1987&lt;/span&gt; pengertian  kewajiban  mematuhi ketentuan dan  sangsinya tidak diberlakukan sebab  isinya selain mengandung hal-hal yang dapat dijadikan peraturan juga  mengandung rekomendasi ataupun ketentuan atau persyaratan teknis yang  dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sejak dilakukannya penyempurnaan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 1964&lt;/span&gt;, publikasi atau terbitan  standar IEC (International Electrotechnical Commission) khususnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IEC 60364&lt;/span&gt; menjadi salah satu acuan  utama disamping standar internasional lainnya. Juga dalam terbitan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 2000&lt;/span&gt;, usaha untuk lebih mengacu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IEC&lt;/span&gt; ke dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL&lt;/span&gt; terus dilakukan, walaupun  demikian dari segi kemanfaatan atau kesesuaian dengan keadaan di  Indonesia beberapa ketentuan mengacu pada standar dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NEC&lt;/span&gt; (National Electric Code), VDE  (Verband Deutscher Elektrotechniker) dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SAA&lt;/span&gt; (Standards Association Australia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 2000&lt;/span&gt; merupakan hasil revisi dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 1987&lt;/span&gt;, yang dilaksanakan oleh  Panitia Revisi PUIL 1987 yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan  Energi dalam Surat Keputusan Menteri No:24-12/40/600.3/1999, tertanggal  30 April 1999 dan No:51-12/40/600.3/1999, tertanggal 20 Agustus 1999. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggota Panitia Revisi PUIL&lt;/span&gt; tersebut  terdiri dari wakil dari berbagai Departemen seperti DEPTAMBEN, DEPKES,  DEPNAKER, DEPERINDAG, BSN, PT PLN, PT Pertamina, YUPTL, APPI, AKLI,  INKINDO, APKABEL, APITINDO, MKI, HAEI, Perguruan Tinggi ITB, ITI, ISTN,  UNTAG, STTY-PLN, PT Schneider Indonesia dan pihak pihak lain yang  terkait. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian 1 dan Bagian 2 tentang Pendahuluan dan  Persyaratan dasar merupakan padanan dari IEC 364-1  Part 1 dan  Part 2  tentang  Scope, Object Fundamental Principles and Definitions. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian  3 tentang Proteksi untuk keselamatan banyak mengacu pada IEC 60364 Part  4 tentang Protection for safety. Bahkan istilah yang berkaitan dengan  tindakan proteksi seperti SELV yang bahasa Indonesianya adalah tegangan  extra rendah pengaman digunakan sebagai istilah baku, demikian pula  istilah PELV dan FELV. PELV adalah istilah SELV yang dibumikan sedangkan  FELV adalah sama dengan tegangan extra rendah fungsional. Sistem kode  untuk menunjukan tingkat proteksi yang diberikan oleh selungkup dari  sentuh langsung ke bagian yang berbahaya, seluruhnya diambil dari IEC  dengan kode IP (International Protection). Demikian pula halnya dengan  pengkodean jenis sistem pembumian. Kode TN mengganti kode PNP dalam PUIL  1987, demikian juga kode TT untuk kode PP dan kode IT untuk kode HP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian 4 tentang Perancangan instalasi listrik, dalam IEC 60364  Part 3 yaitu Assessment of General Characteristics, tetapi isinya banyak  mengutip dari SAA Wiring Rules dalam section General Arrangement  tentang perhitungan kebutuhan maksimum dan penentuan jumlah titik  sambung pada sirkit akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian 5 tentang Perlengkapan  Listrik mengacu pada IEC 60364 Part 5: Selection and erection of  electrical equipment dan standar NEC.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian 6 tentang  Perlengkapan hubung bagi dan kendali (PHB) serta komponennya merupakan  pengembangan Bab 6 PUIL 1987 dengan ditambah unsur unsur dari NEC.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian 7 tentang Penghantar dan pemasangannya tidak banyak berubah  dari Bab 7 PUIL 1987. Perubahan yang ada mengacu pada IEC misalnya cara  penulisan kelas tegangan dari penghantar. Ketentuan dalam Bagian 7 ini  banyak mengutip dari standar VDE. Dan hal hal yang berkaitan dengan  tegangan tinggi dihapus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian 8 tentang Ketentuan untuk  berbagai ruang dan instalasi khusus merupakan pengembangan dari Bab 8  PUIL 1987. Dalam PUIL 2000 dimasukkan pula klarifikasi zona yang diambil  dari IEC, yang berpengaruh pada pemilihan dari perlengkapan listrik dan  cara pemasangannya di berbagai ruang khusus. Ketentuan dalam Bagian 8  ini merupakan bagian dari IEC 60364 Part 7, Requirements for special  installations or locations.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian 9 meliputi Pengusahaan  instalasi listrik. Pengusahaan dimaksudkan sebagai perancangan,  pembangunan, pemasangan, pelayanan, pemeliharaan, pemeriksaan dan  pengujian instalasi listrik serta proteksinya. Di IEC 60364, pemeriksaan  dan pengujian awal instalasi listrik dibahas dalam Part 6:  Verification. PUIL 2000 berlaku untuk instalasi listrik dalam bangunan  dan sekitarnya untuk tegangan rendah sampai 1000 V a.b dan 1500 V a.s,  dan gardu transformator distribusi tegangan menengah sampai dengan 35  kV. Ketentuan tentang transformator distribusi tegangan menengah mengacu  dari NEC 1999. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian dalam sembilan bagian dengan judulnya  pada dasarnya sama dengan bagian yang sama pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 1987&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 2000&lt;/span&gt; tidak menyebut pembagiannya dalam Pasal,  Subpasal, Ayat atau Subayat. Pembedaan tingkatnya dapat dilihat dari  sistim penomorannya dengan digit. Contohnya Bagian 4, dibagi dalam 4.1;  4.2; dan seterusnya, sedangkan 4.2 dibagi dalam 4.2.1 sampai dengan  4.2.9 dibagi lagi dalam 4.2.9.1 sampai dengan 4.2.9.4. Jadi untuk  menunjuk kepada suatu ketentuan, cukup dengan menuliskan nomor dengan  jumlah digitnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 1987&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 2000&lt;/span&gt;  dilengkapi pula dengan indeks  dan lampiran lampiran lainnya pada akhir  buku. Lampiran mengenai pertolongan pertama pada korban kejut listrik  yang dilakukan dengan pemberian pernapasan bantuan, diambilkan dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;standar SAA&lt;/span&gt;, berbeda dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 1987&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menampung  perkembangan di bidang instalasi listrik misalnya karena adanya  ketentuan baru dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IEC&lt;/span&gt; yang  dipandang penting untuk dimasukkan dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL&lt;/span&gt;, atau karena adanya saran, tanggapan dari masyarakat  pengguna &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL&lt;/span&gt;, maka dikandung  maksud bila dipandang perlu akan menerbitkan amandemen pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 2000&lt;/span&gt;. Untuk menangani hal hal  tersebut telah dibentuk Panitia Tetap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL&lt;/span&gt;.  Panitia Tetap PUIL dapat diminta pendapatnya jika terdapat  ketidakjelasan dalam memahami dan menerapkan ketentuan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 2000&lt;/span&gt;. Untuk itu permintaan  penjelasan dapat ditujukan kepada Panitia Tetap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUI&lt;/span&gt;L. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 2000&lt;/span&gt; ini diharapkan dapat  memenuhi keperluan pada ahli dan teknisi dalam melaksanakan tugasnya  sebagai perancang, pelaksana, pemilik instalasi listrik dan para  inspektor instalasi listrik. Meskipun telah diusahakan sebaik-baiknya,  panitia revisi merasa bahwa dalam persyaratan ini mungkin masih terdapat  kekurangannya. Tanggapan dan saran untuk perbaikan persyaratan ini  sangat diharapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 2000&lt;/span&gt;  ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja keras dari seluruh anggota  Panitia Revisi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 1987&lt;/span&gt;, dan  pihak pihak terkait lainnya yang telah memberikan berbagai macam bantuan  baik dalam bentuk tenaga, pikiran, sarana maupaun dana sehingga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PUIL 2000&lt;/span&gt; dapat diterbitkan dalam  bentuknya yang sekarang. Atas segala bantuan tersebut Panitia Revisi  PUIL mengucapkan terima kasih sebesar besarnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-3289327080561401791?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/3289327080561401791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/puil-2000-persyaratan-umum-instalasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3289327080561401791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3289327080561401791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/puil-2000-persyaratan-umum-instalasi.html' title='PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-3134133139137473726</id><published>2010-05-31T00:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T00:23:11.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dasar Listrik'/><title type='text'>Konsep Dasar Listrik</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;1. Atom dan elektron&lt;br /&gt;Kita potong-potong suatu benda padat, misalnya  tembaga, kedalam bagian-bagian yang selalu lebih kecil, dengan demikian  maka pada akhirnya kita dapatkan suatu atom. Kata atom berasal dari  bahasa Yunani dan berarti “tidak dapat dibagi”.&lt;br /&gt;Dalam beberapa waktu  kemudian barulah dapat ditemukan buktinya melalui percobaan, bahwa benda  padat tersusun atas atom. Dari banyak hasil percobaan ahli fisika  seperti Rutherford dan Bohr menarik kesimpulan, bahwa suatu atom harus  tersusun mirip seperti sistim tata surya kita (gambar 1.1).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpMahPgI/AAAAAAAAATg/mzwWv1IMXqY/s1600-h/untitled1.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207255523442178" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpMahPgI/AAAAAAAAATg/mzwWv1IMXqY/s320/untitled1.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 176px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 295px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.1    Model sistim tata surya  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gambaran model ini  atom terdiri atas matahari sebagai inti atom dan disekitar inti pada  lintasan berbentuk lingkaran atau ellips beredar planet sebagai  elektron-elektron. Lintasannya mengelilingi inti dan membentuk sesuatu  yang disebut dengan kulit elektron (gambar 1.2).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpWb2_jI/AAAAAAAAATo/WRfabbzVAUM/s1600-h/untitled2.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207258213416498" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpWb2_jI/AAAAAAAAATo/WRfabbzVAUM/s320/untitled2.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 234px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 264px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.2       Model atom  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektron-elektron pada kulit terluar  disebut elektron valensi, mereka terletak paling jauh dari inti dan oleh  karena itu paling baik untuk dipengaruhi dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Muatan listrik - Pembawa muatan&lt;br /&gt;Elektron mengelilingi inti atom  dengan kecepatan yang sangat tinggi (kira-kira 2200 km/det.). Pada  gerakan melingkar, meski berat elektron tidak seberapa, maka disini  harus bertindak suatu gaya sentrifugal yang relatip besar, yang bekerja  dan berusaha untuk melepaskan elektron keluar dari lintasannya. Sekarang  tenaga apakah yang menahan elektron tetap pada lintasannya mengitari  inti ?&lt;br /&gt;Tenaga yang menahan bumi tetap pada lintasannya adalah  grafitasi. Grafitasi antara elektron-elektron dan inti atom belum  mencukupi, sebagaimana terbukti secara perhitungan, dan tidak dapat  menahan elektron-elektron yang terjauh untuk tetap pada lintasannya.  Oleh karena itu disini harus bertindak suatu tenaga lain, yaitu tenaga  listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara inti atom dan elektron terdapat tenaga listrik.&lt;br /&gt;Tenaga  listrik semacam ini sederhana membuktikannya. Kita gosokkan penggaris  mika (bahan sintetis/plastik) dengan suatu kain wol, maka pada bahan ini  bekerja suatu gaya tarik terhadap kertas, yang pada prinsipnya lebih  besar daripada tenaga grafitasi.&lt;br /&gt;Yang bertanggung jawab terhadap  tenaga listrik kita sebut muatan listrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap inti atom,  elektron bersifat menjalankan suatu tenaga listrik. Jadi elektron  memiliki muatan listrik. Kita katakan elektron sebagai suatu pembawa  muatan.&lt;br /&gt;Oleh karena inti atom juga mempunyai sifat menjalankan tenaga  listrik, maka inti atom juga mempunyai muatan listrik.&lt;br /&gt;Hal ini  terbukti bahwa elektron-elektron tidak saling tarik-menarik, melainkan  tolak-menolak. Demikian pula tingkah laku inti atom (gambar 1.3).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpqaJYDI/AAAAAAAAATw/NVwWzv7797c/s1600-h/untitled3.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207263574941746" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpqaJYDI/AAAAAAAAATw/NVwWzv7797c/s320/untitled3.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 61px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.3 Efek dinamis antara: a) inti atom dan elektron&lt;br /&gt;b)  elektron-elektron&lt;br /&gt;c) inti-inti atom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena  elektron-elektron saling tolak-menolak, inti atom dan elektron saling  tarik-menarik, maka inti atom harus berbeda muatan dengan elektron,  artinya membawa suatu jenis muatan yang berbeda dengan muatan elektron.&lt;br /&gt;Muatan  inti atom dinamakan muatan positip dan muatan elektron dinamakan muatan  negatip. Dengan demikian untuk muatan listrik berlaku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muatan-muatan  yang sama saling tolak-menolak, muatan-muatan yang berbeda saling  tarik-menarik.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQp9rA3LI/AAAAAAAAAT4/-5UNOerC3tg/s1600-h/untitled4.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207268745960626" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQp9rA3LI/AAAAAAAAAT4/-5UNOerC3tg/s320/untitled4.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 60px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.4 Efek dinamis muatan-muatan listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Atom netral -  Susunan atom&lt;br /&gt;Atom hidrogen memperlihatkan susunan yang paling  sederhana. Terdiri atas sebuah elektron dan sebuah proton (biasa disebut  inti atom).&lt;br /&gt;Elektron sebagai pembawa muatan listrik terkecil  dinamakan muatan elementer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektron adalah pembawa muatan  elementer negatip, proton merupakan pembawa muatan elementer positip.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQqWBVsII/AAAAAAAAAUA/jQpkRk9ZFPA/s1600-h/untitled5.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207275282051202" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQqWBVsII/AAAAAAAAAUA/jQpkRk9ZFPA/s320/untitled5.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 124px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.5 Gambar skema atom: &lt;br /&gt;a) atom hidrogen&lt;br /&gt;b) atom karbon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muatan  elementer negatip elektron sama besarnya dengan muatan elementer  positip proton. Oleh karenanya muatan-muatan atom memiliki pengaruh yang  persis sama. Atom secara listrik bersifat netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atom netral  terdiri atas muatan positip yang sama banyaknya dengan muatan negatip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atom  karbon misalnya memiliki 6 elektron dan juga 6 proton. Selain proton  inti atom juga mengandung bagian yang secara listrik bersifat netral,  yang biasa disebut dengan netron. Proton dan netron menentukan berat  atom yang sebenarnya .&lt;br /&gt;Atom yang lain semuanya berjumlah 103 buah  dengan susunan yang hampir sama. Pembagian elektron pada lintasan  elektron berdasarkan pada aturan tertentu. Namun jumlah elektron tetap  selalu sama dengan jumlah proton.&lt;br /&gt;2.2. Ion&lt;br /&gt;Atom kehilangan sebuah  elektron, dengan demikian maka atom tersebut memiliki lebih banyak  muatan positipnya daripada muatan negatip. Atom yang secara utuh  bermuatan positip, melaksanakan suatu reaksi listrik, yaitu menarik  muatan negatip. &lt;br /&gt;Atom yang ditambah/diberi sebuah elektron, maka  secara utuh dia bermuatan negatip dan menarik muatan positip.&lt;br /&gt;Atom  yang bermuatan seperti ini sebaliknya dapat juga menarik muatan yang  berbeda, berarti atom tersebut bergerak. Atas dasar inilah maka atom  seperti ini dinamakan ion  (ion = berjalan, bhs. Yunani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atom  bermuatan positip maupun negatip atau kumpulan atom disebut ion.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRT5FarXI/AAAAAAAAAUI/cK0qL8GHXW8/s1600-h/untitled6.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207989069032818" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRT5FarXI/AAAAAAAAAUI/cK0qL8GHXW8/s320/untitled6.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 126px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.6&lt;br /&gt;Skema pembentukan ion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan  elektron menghasilkan muatan negatip, kekurangan elektron menghasilkan  muatan positip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Arus listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik pada  dasarnya merupakan gerakan muatan secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembawa  muatan dapat berupa elektron-elektron maupun ion-ion.&lt;br /&gt;Arus listrik  hanya dapat mengalir pada bahan yang didalamnya tersedia pembawa muatan  dengan jumlah yang cukup dan bebas bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1. Penghantar,  bukan penghantar, semi penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.1. Penghantar - Mekanisme  penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang memiliki banyak pembawa muatan yang bebas  bergerak dinamakan penghantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bedakan antara :&lt;br /&gt;Penghantar  elektron&lt;br /&gt;Yang termasuk didalamnya yaitu logam seperti misalnya  tembaga, alumunium, perak, emas, besi dan juga arang.&lt;br /&gt;Atom logam  membentuk sesuatu yang disebut struktur logam. Dimana setiap atom logam  memberikan semua elektron valensinya (elektron-elektron pada lintasan  terluar) dan juga ion-ion atom positip.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUNxZk-I/AAAAAAAAAUQ/jLr5ldFMxbE/s1600-h/untitled7.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207994622219234" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUNxZk-I/AAAAAAAAAUQ/jLr5ldFMxbE/s320/untitled7.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 244px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 303px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.7&lt;br /&gt;Kisi-kisi ruang suatu logam dengan awan elektron  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ion-ion  menempati ruang dengan jarak tertentu serta sama antara satu dengan  yang lain dan membentuk sesuatu yang disebut dengan kisi-kisi ruang atau  pola geometris atom-atom (gambar 1.7).&lt;br /&gt;Elektron-elektron bergerak  seperti suatu awan atau gas diantara ion-ion yang diam dan oleh  karenanya bergerak relatip ringan didalam kisi-kisi ruang. &lt;br /&gt;Elektron  tersebut dikenal sebagai elektron bebas. Awan elektron bermuatan negatip  praktis termasuk juga didalamnya ion-ion atom yang bermuatan positip.&lt;br /&gt;Sepotong  tembaga dengan panjang sisinya 1 cm memiliki kira-kira 1023 (yaitu satu  dengan 23 nol) elektron bebas. Melalui tekanan listrik dengan arah  tertentu, yang dalam teknik listrik dikenal sebagai tegangan,  elektron-elektron bebas dalam penghantar digiring melalui kisi-kisi (gb.  1.8). Dengan demikian elektron-elektron penghantar mentransfer muatan  negatipnya dengan arah tertentu. Biasa disebut sebagai arus listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat  disimpulkan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik (arus elektron) dalam suatu  penghantar logam adalah merupakan gerakan elektron bebas pada bahan  penghantar dengan arah tertentu. Gerakan muatan tidak mengakibatkan  terjadinya perubahan karakteristik bahan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUR54VQI/AAAAAAAAAUY/_IRhM-XvnVc/s1600-h/untitled8.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446207995731531010" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUR54VQI/AAAAAAAAAUY/_IRhM-XvnVc/s320/untitled8.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 155px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.8&lt;br /&gt;Mekanisme penghantar logam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan arus tergantung pada  rapat arus (lihat bagian 3.6). Penghantar logam dengan beban biasa maka  kecepatan elektronnya hanya sebesar  3 mm/detik, tetapi gerakan  elektron tersebut menyebarkan impuls tumbukan mendekati dengan kecepatan  cahaya c=300.000 km/detik. Oleh karenanya dibedakan disini antara  kecepatan impuls dan kecepatan elektron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;a)  Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh elektron pada suatu penghantar  kawat untuk kembali ke tempatnya semula ? Panjang kawat  =1200 m dengan  kecepatan sedang =3 mm/s&lt;br /&gt;b) Berapa lama waktu yang dibutuhkan impuls  untuk jarak yang sama  ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban : a) Kecepatan:  ; Waktu:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghantar ion&lt;br /&gt;Termasuk disini yaitu  elektrolit (zat cair yang menghantarkan arus), peleburan (misal  peleburan alumunium) dan ionisasi gas. Sebagai pembawa muatan dalam hal  ini adalah ion positip dan ion negatip. Biasa disebut sebagai arus ion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus  listrik (arus ion) didalam suatu elektrolit, peleburan atau ionisasi  gas adalah merupakan gerakan terarah ion-ion bahan/zat cair. Dalam hal  ini termasuk juga sebagai transfer bahan/zat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.2. Bukan  penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang hanya memiliki sedikit pembawa muatan dan  terikat dalam molekul tersendiri, dinamakan bahan bukan penghantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk  dalam hal ini yaitu bahan padat, seperti bahan sintetis, karet, kaca,  porselen, lak, kertas, sutera, asbes, dan zat cair, seperti air murni,  oli, fet, dan juga ruang hampa termasuk disini gas (juga udara) dengan  aturan tertentu. Bahan-bahan tersebut sebagian juga dikenal sebagai  bahan isolasi, dengan demikian maka dapat mengisolasi bahan yang berarus  listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1.3. Semi penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semi penghantar adalah  bahan yang setelah mendapat pengaruh dari luar maka elektron valensinya  lepas dan dengan demikian mampu menghantarkan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk  disini yaitu silisium, selenium, germanium dan karbon oksida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  temperatur rendah, elektron valensi bahan tersebut terikat sedemikian  rupa sehingga tidak ada elektron bebas didalam kisi-kisi. Jadi dalam hal  ini dia bukan sebagai bahan penghantar.&lt;br /&gt;Melalui pemanasan, sebagian  elektron terlepas dari lintasannya, dan menjadi elektron yang bergerak  dengan bebas. Dengan demikian maka menjadi suatu penghantar. Juga  melalui pengaruh yang lainnya, seperti misalnya cahaya dan medan magnit  mengakibatkan perubahan sifat kelistrikan bahan semi penghantar.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUrpIulI/AAAAAAAAAUg/jgFNkXuYLNM/s1600-h/untitled9.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208002640624210" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRUrpIulI/AAAAAAAAAUg/jgFNkXuYLNM/s320/untitled9.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 141px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.9&lt;br /&gt;Model suatu rangkaian arus  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2. Rangkaian  listrik&lt;br /&gt;Peralatan listrik secara umum disebut sebagai beban/pemakai,  terhubung dengan sumber tegangan melalui suatu penghantar, yang terdiri  atas dua buah penghantar, yaitu penghantar masuk dan penghantar keluar  (gambar 1.9). Penanggung jawab adanya arus yaitu elektron-elektron  bebas, bergerak dari pembangkit tegangan kembali ke tempatnya semula  melalui jalan yang tertutup, yang biasa disebut sebagai rangkaian arus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian  arus listrik sederhana terdiri atas pembangkit tegangan, beban termasuk  disini kabel penghubung (penghantar masuk dan penghantar keluar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  diketahui bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik hanya dapat mengalir dalam suatu  rangkaian  penghantar tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memasang sebuah saklar  pada rangkaian, arus listrik dapat dihubung atau diputus sesuai  keinginan.&lt;br /&gt;Gambar secara nyata suatu rangkaian arus sebagaimana  ditunjukkan diatas terlihat sangat rumit, dalam praktiknya digunakanlah  skema dengan normalisasi simbol yang sederhana, yang biasa dikenal  sebagai diagram rangkaian. Skema menjelaskan hubungan antara  komponen-komponen yang ada pada suatu rangkaian.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRU-Va5II/AAAAAAAAAUo/hgQE6fNSAb0/s1600-h/untitled10.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208007658202242" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TRU-Va5II/AAAAAAAAAUo/hgQE6fNSAb0/s320/untitled10.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 180px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.10&lt;br /&gt;Skema rangkaian arus sederhana  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3. Arah arus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.1.  Arah arus elektron&lt;br /&gt;Kita buat suatu rangkaian arus listrik tertutup,  dengan demikian didapatkan suatu proses sebagai berikut :&lt;br /&gt;Pada kutub  negatip pembangkit tegangan (kelebihan elektron), elektron bebas pada  ujung penghantar didorong menuju beban. Pada kutub positip (kekurangan  elektron) elektron bebas pada ujung penghantar yang lain tertarik.  Dengan demikian secara umum terjadi arus elektron dengan arah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR5-hmZRI/AAAAAAAAAUw/RmAai66lC44/s1600-h/untitled11.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208643364447506" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR5-hmZRI/AAAAAAAAAUw/RmAai66lC44/s320/untitled11.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 197px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 303px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.11     Arah arus elektron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus elektron mengalir dari kutub  negatip pembangkit tegangan melalui beban menuju kutub positip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.2.  Arah arus secara teknik&lt;br /&gt;Pengetahuan teori elektron zaman dulu  menduga bahwa sebagai penanggung jawab terhadap mekanisme penghantaran  didalam logam adalah pembawa muatan positip dan oleh karenanya arus  mengalir dari kutub positip melalui beban menuju kutub negatip. Jadi  berlawanan dengan arus elektron yang sebenarnya sebagaimana diutarakan  dimuka. Meskipun pada saat ini telah dibuktikan adanya kekeliruan  anggapan pada mulanya, namun didalam teknik listrik untuk praktisnya  anggapan arah arus tersebut tetap dipertahankan. Sehingga ditemui adanya  perbedaan antara arah arus elektron terhadap arah arus secara teknik  atau secara umum juga disebut arah arus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik mengalir  dari kutub positip pembangkit tegangan melalui beban menuju kutub  negatip.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6BespII/AAAAAAAAAU4/k5fhFBsj9l4/s1600-h/untitled12.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208644157580418" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6BespII/AAAAAAAAAU4/k5fhFBsj9l4/s320/untitled12.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 195px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.12     Arah arus elektron dan&lt;br /&gt;Arah arus secara teknik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4.  Kuat arus&lt;br /&gt;Semakin banyak elektron-elektron yang mengalir melalui  suatu penghantar dalam tiap detiknya, maka semakin besar pula kekuatan  arus listriknya, biasa disebut kuat arus.&lt;br /&gt;Arus sebanyak 6,24 triliun  elektron (6,24 • 1018) tiap detik pada luas penampang penghantar, maka  hal ini dikenal sebagai kuat arus 1 Ampere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat  dikatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampere adalah satuan dasar yang sah untuk  kuat arus listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan dalam keteknikan,  supaya lebih sederhana maka besaran-besaran teknik seperti misalnya kuat  arus diganti dengan simbol formula dan demikian pula untuk simbol nama  satuan (simbol satuan).&lt;br /&gt;Simbol formula untuk kuat arus adalah  I&lt;br /&gt;Simbol  satuan untuk Ampere adalah  A&lt;br /&gt;Pembagian dan kelipatan satuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1  kA  = 1 Kiloampere    = 1000 A          = 103 A&lt;br /&gt;1 mA = 1 Milliampere     = 1/1000 A       = 10-3 A&lt;br /&gt;1 A  = 1 Mikroampere = 1/1000000 A =  10-6 A&lt;br /&gt;Pada “undang-undang tentang besaran dalam hal pengukuran”  sejak 2 Juli 1969 kuat arus listrik ditetapkan sebagai besaran dasar dan  untuk satuan dasar 1 Ampere didefinisikan dengan bantuan reaksi tenaga  arus tersebut &lt;br /&gt;Kuat arus dalam teknik listrik berkisar pada jarak  yang sangat luas :&lt;br /&gt;Lampu pijar : 100 s.d. 1000 mA&lt;br /&gt;Motor listrik : 1  sampai 1000 A&lt;br /&gt;Peleburan : 10 s.d. 100 kA&lt;br /&gt;Pesawat telepon :  beberapa A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5. Muatan listrik&lt;br /&gt;Jumlah muatan elementer  (biasanya pada peristiwa kelistrikan turut serta bermilyar-milyar  elektron dan dengan demikian berarti muatan elementer) menghasilkan  suatu muatan listrik tertentu (simbol formula   ).&lt;br /&gt;Satuan muatan  listrik ditetapkan 1 Coulomb (simbol C). Dalam hal ini berlaku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1  C = 6,24 . 1018   muatan elementer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya telah dijelaskan  bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berarti :             Kuat arus        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  uraikan persamaan tersebut kedalam  , sehingga menjadi    = I . t&lt;br /&gt;Dengan  demikian faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya muatan listrik    ditentukan oleh arus I dan waktu t.&lt;br /&gt;Dalam pada itu kita pasang arus I  dalam A dan waktu t dalam s, sehingga diperoleh satuan muatan listrik  adalah 1 As, yang berarti sama dengan 1 C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Coulomb = 1 Ampere  sekon &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 C = 1 As&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Sebuah aki mobil diisi dengan  2,5 A.&lt;br /&gt;Berapa besarnya muatan listrik aki tersebut setelah waktu  pengisian berlangsung selama 10 jam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;= I . t&lt;br /&gt;= 2,5 A . 10 h = 25 Ah = 25 A . 3600 s = 90.000 As = 90.000 C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6  Rapat arus didalam penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan :&lt;br /&gt;Kawat konstantan  diameter 0,2 mm dan kawat konstantan lain diameter 0,4 mm salah satu  ujungnya dikopel, kedua ujung yang lain dihubungkan ke auto trafo. Arus  dinaikkan sedikit demi sedikit hingga kawat mulai membara.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6QxZYzI/AAAAAAAAAVA/KgyA7Hi67uE/s1600-h/untitled13.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208648262542130" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6QxZYzI/AAAAAAAAAVA/KgyA7Hi67uE/s320/untitled13.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 91px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.13     Arus pada penghantar dengan luas penampang berbeda  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawat  dengan luas penampang kecil telah membara, sementara itu kawat yang  luas penampangnya besar masih belum memperlihatkan reaksi panas.&lt;br /&gt;Meskipun  pada kedua kawat mengalir arus yang sama, penghantar dengan luas  penampang kecil panasnya lebih kuat. Jadi untuk pemanasan kawat tidak  hanya dipengaruhi oleh arus saja tetapi juga oleh luas penampang kawat.  Semakin rapat dorongan arus didalam penghantar, semakin keras pula  tumbukan yang terjadi antara elektron dengan ion-ion atom, maka  pemanasannya menjadi lebih kuat. Pemanasan penghantar praktis tergantung  pada kerapatan arus. Dari sinilah digunakan istilah rapat arus (simbol  S).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat arus  &lt;br /&gt;I   Arus dalam  A&lt;br /&gt;A  Luas  penampang dalam  mm2&lt;br /&gt;S  Rapat arus dalam  A/mm2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan rapat  arus oleh karenanya adalah  A/mm2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penentuan penghantar  logam, kumparan dan komponen-komponen lain yang berhubungan dengan  pemanasan yang diijinkan pada komponen tersebut maka rapat arus  merupakan suatu besaran konstruksi yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Sebuah  penghantar tembaga dengan luas penampang 2,5 mm2  sesuai PUIL boleh  dibebani dengan 16 A.&lt;br /&gt;Berapa besarnya rapat arus pada penghantar  tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :     A/mm2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6hMjqHI/AAAAAAAAAVI/0_lJwNfYUV4/s1600-h/untitled14.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208652671428722" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6hMjqHI/AAAAAAAAAVI/0_lJwNfYUV4/s320/untitled14.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 151px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.14     Grafik arus searah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.7. Macam-macam arus&lt;br /&gt;Secara  prinsip dibedakan antara arus searah, arus bolak-balik dan arus  bergelombang (undulatory current).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus searah&lt;br /&gt;Tegangan yang  bekerja pada rangkaian arus tertutup selalu dengan arah yang sama, maka  arus yang mengalir arahnya juga sama. Biasa disebut dengan arus searah  (simbol normalisasi :  ).&lt;br /&gt;Arus searah adalah arus listrik yang  mengalir dengan arah dan besar yang tetap/konstan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti bahwa  pembawa muatannya bergerak dengan arah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grafik arus  fungsi waktu (grafik garis)&lt;br /&gt;Besarnya arus pada saat yang berbeda  diperlihatkan pada suatu grafik (grafik arus fungsi waktu). Untuk maksud  ini sumbu horisontal sebagai waktu (misal 1s, 2s, 3s dst.) dan sumbu  vertikal sebagai arusnya (misal 1A, 2A, 3A dst.)&lt;br /&gt;Besarnya arus yang  sekarang ditetapkan pada 1, 2 atau 3 sekon, untuk masing-masing waktu  yang berlaku ditarik garis lurus keatas atau kebawah (lihat gambar  1.14). Kita hubungkan titik yang sesuai dengan suatu garis, dengan  demikian maka didapatkan suatu grafik arus fungsi waktu (grafik garis).  Gambar grafik seperti ini dapat dibuat secara jelas dengan suatu  oscilloscope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus bolak-balik&lt;br /&gt;Tegangan pada suatu rangkaian  arus, arahnya berubah-ubah dengan suatu irama/ritme tertentu, dengan  demikian maka arah dan besarnya arus selalu berubah-ubah pula. Biasa  disebut arus bolak-balik (simbol normalisasi :  ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus  bolak-balik adalah arus yang secara periodik berubah-ubah baik arah  maupun besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti bahwa elektron bebasnya bergerak maju  dan mundur.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6zt489I/AAAAAAAAAVQ/v01Hfsz8HQQ/s1600-h/untitled15.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446208657643074514" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TR6zt489I/AAAAAAAAAVQ/v01Hfsz8HQQ/s320/untitled15.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 154px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.15     &lt;br /&gt;Grafik arus bolak-balik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini pada arus  bolak-balik, sebagaimana digunakan didalam praktik, arahnya selalu  berubah-ubah (misalnya 50 kali tiap sekon), elektron-elektron didalam  penghantar kawat hanya sedikit berayun/bergerak maju dan mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus  bergelombang&lt;br /&gt;Suatu arus yang besarnya selalu berubah, tetapi arah  arus tersebut tetap konstan, maka dalam hal ini berhubungan dengan suatu  arus yang terdiri atas sebagian arus searah dan sebagian yang lain  berupa arus bolak-balik. Biasa disebut sebagai arus bergelombang  (undulatory current).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus bergelombang adalah suatu arus yang  terdiri atas sebagian arus searah dan sebagian arus bolak-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  satu bentuk lain dari arus bergelombang yang sering ditemukan dalam  praktik yaitu berupa pulsa arus searah (lihat gambar 1.16a)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSfraJo3I/AAAAAAAAAVY/U4SmUtmhAQ8/s1600-h/untitled16.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209291067958130" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSfraJo3I/AAAAAAAAAVY/U4SmUtmhAQ8/s320/untitled16.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 114px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.8.  Reaksi arus listrik&lt;br /&gt;Arus hanya dapat diketahui dan ditetapkan  melalui reaksi atau efek yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus  listrik selalu  memanasi penghantarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kawat logam  misalnya, elektron-elektron saling bertumbukan dengan ion-ion atom,  bersamaan dengan itu elektron tersebut memberikan sebagian energi  geraknya kepada ion-ion atom dan memperkuat asutan panas ion-ion atom,  yang berhubungan dengan kenaikan temperatur.&lt;br /&gt;Penggunaan reaksi panas  arus listrik ini misalnya pada open pemanas, solder, kompor, seterika  dan sekering lebur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi cahaya&lt;br /&gt;Pada lampu pijar reaksi  panas arus listrik mengakibatkan kawat membara dan dengan demikian  menjadi bersinar, artinya sebagai efek samping dari cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas  seperti neon, argon atau uap mercury dipicu/diprakarsai oleh arus  listrik sehingga menjadi bersinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi cahaya secara langsung  ini ditemukan pada penggunaan tabung cahaya, lampu mercury, lampu neon  dan lampu indikator (negative glow lamp).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi kemagnitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan  :&lt;br /&gt;Suatu magnit jarum diletakkan dekat dengan penghantar yang  berarus.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSf6g1fsI/AAAAAAAAAVg/R8DWOTmMx8c/s1600-h/untitled17.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209295122529986" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSf6g1fsI/AAAAAAAAAVg/R8DWOTmMx8c/s320/untitled17.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 154px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 313px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.17&lt;br /&gt;Reaksi kemagnitan arus listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan : Jarum magnit  disimpangkan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus listrik selalu membangkitkan medan magnit.&lt;br /&gt;Medan  magnit melaksanakan suatu tenaga tarik terhadap besi. Medan magnit  saling berpengaruh satu sama lain dan saling tolak-menolak atau  tarik-menarik.&lt;br /&gt;Penggunaan reaksi kemagnitan seperti ini misalnya pada  motor listrik, speaker, alat ukur, pengangkat/kerekan magnit, bel,  relay dan kontaktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi kimia arus listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan :&lt;br /&gt;Dua  buah kawat dihubungkan ke sumber tegangan arus searah (misalnya  akkumulator) dan ujung-ujung yang bersih dimasukkan kedalam bejana  berisi air, yang sedikit mengandung asam (misalnya ditambah asam  belerang)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgFkbPDI/AAAAAAAAAVo/Mm-9WEmTMgw/s1600-h/untitled18.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209298090376242" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgFkbPDI/AAAAAAAAAVo/Mm-9WEmTMgw/s320/untitled18.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 149px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.18&lt;br /&gt;Reaksi kimia arus listrik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kedua kawat  terbentuk gas-gas yang naik keatas. Hal tersebut berhubungan dengan  hidrogen dan oksigen. Hidrogen dan oksigen merupakan unsur-unsur kimia  dari air. Jadi air terurai dengan perantaraan arus listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus  listrik menguraikan zat cair yang bersifat penghantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan  reaksi kimia arus listrik yaitu dapat ditemukan pada elektrolisa, pada  galvanisasi, pada pengisian akkumulator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pada makhluk  hidup&lt;br /&gt;Dengan persyaratan tertentu, misalkan seseorang menyentuh dua  buah penghantar listrik tanpa isolasi, maka arus dapat mengalir melalui  tubuh manusia. Arus listrik tersebut membangkitkan atau bahkan  menimbulkan “sentakan/sengatan listrik” &lt;br /&gt;Pada penyembuhan secara  listrik, arus digunakan untuk memberikan kejutan listrik (electro  shock).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tegangan listrik&lt;br /&gt;Elektron-elektron untuk  bergeraknya memerlukan suatu mesin penggerak, yang mirip dengan sebuah  pompa, dimana pada salah satu sisi rangkaian listrik  elektron-elektronnya “didorong kedalam”, bersamaan dengan itu pada sisi  yang lain “menarik” elektron-elektron. Mesin ini selanjutnya disebut  sebagai pembangkit tegangan atau sumber tegangan.&lt;br /&gt;Dengan demikian  pada salah satu klem dari sumber tegangan kelebihan elektron (kutub ),  klem yang lainnya kekurangan elektron (kutub ). Maka antara kedua klem  terdapat suatu perbedaan penempatan elektron. Keadaan seperti ini  dikenal sebagai tegangan (lihat gambar 1.19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegangan listrik U  adalah merupakan perbedaan penempatan elektron-elektron antara dua buah  titik.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgUehDcI/AAAAAAAAAVw/yOsnN3g-J1U/s1600-h/untitled19.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209302092123586" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgUehDcI/AAAAAAAAAVw/yOsnN3g-J1U/s320/untitled19.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 101px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.19     Sumber tegangan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan SI yang ditetapkan untuk  tegangan adalah Volt&lt;br /&gt;Simbol formula untuk tegangan adalah U&lt;br /&gt;Simbol  satuan untuk Volt adalah V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian dan kelipatan satuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1  MV = 1 Megavolt   =    1000000 V  = 106 V&lt;br /&gt;1 kV  = 1 Kilovolt      =           1000 V  = 103 V&lt;br /&gt;1 mV = 1 Millivolt      =       1/1000 V  =  10-3 V&lt;br /&gt;1 V  = 1 Mikrovolt   = 1/1000000 V  = 10-6 V&lt;br /&gt;Ketetapan  satuan SI untuk  1V didefinisikan dengan bantuan daya listrik.&lt;br /&gt;Pada  rangkaian listrik dibedakan beberapa macam tegangan, yaitu tegangan  sumber dan tegangan jatuh (lihat gambar 1.20).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgs9v-EI/AAAAAAAAAV4/Tiusardf2io/s1600-h/untitled20.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209308665575490" src="http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TSgs9v-EI/AAAAAAAAAV4/Tiusardf2io/s320/untitled20.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 118px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.20     Tegangan sumber dan tegangan jatuh pada suatu rangkaian  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegangan  sumber (simbol Us) adalah tegangan yang dibangkitkan didalam sumber  tegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan demikian maka tegangan sumber merupakan  penyebab atas terjadinya aliran arus.&lt;br /&gt;Tegangan sumber didistribusikan  ke seluruh rangkaian listrik dan digunakan pada masing-masing beban.  Serta disebut juga sebagai : "Tegangan jatuh pada beban."&lt;br /&gt;Dari gambar  1.20, antara dua titik yang manapun pada rangkaian arus, misal antara  titik 1 dan 2 atau antara titik 2 dan 3, maka hanya merupakan sebagian  tegangan sumber yang efektip. Bagian tegangan ini disebut tegangan jatuh  atau tegangan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegangan jatuh atau secara umum tegangan  (simbol U) adalah tegangan yang digunakan pada beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1.  Potensial&lt;br /&gt;Kita tempatkan elektron-elektron pada bola logam berlawanan  dengan bumi, maka antara bola dan bumi terdapat perbedaan penempatan  elektron-elektron, yang berarti suatu tegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegangan antara  benda padat yang bermuatan dengan bumi atau titik apa saja yang  direkomendasi disebut potensial (simbol : ).&lt;br /&gt;Satuan potensial adalah  juga Volt. Tetapi sebagai simbol formula untuk potensial digunakan  huruf Yunani    (baca : phi).&lt;br /&gt;Bumi mempunyai potensial  = 0 V.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTEz5nGyI/AAAAAAAAAWA/I_fHQKsKYOw/s1600-h/untitled21.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209929002556194" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTEz5nGyI/AAAAAAAAAWA/I_fHQKsKYOw/s320/untitled21.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 146px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.21     Potensial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensial bola menjadi positip terhadap bumi,  jika elektron-elektron bola diambil (misal 1 = +10 V, lihat gambar  1.21).&lt;br /&gt;Potensial bola menjadi negatip terhadap bumi, jika ditambahkan  elektron-elektron pada bola (misal 2 = 3 V).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensial selalu  mempunyai tanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu bola 1 = +10 V dan yang lain 2 = 3  V (gambar 1.21), maka antara dua buah bola tersebut terdapat suatu  perbedaan penempatan elektron-elektron dan dengan demikian maka besarnya  tegangan dapat ditentukan dengan aturan sebagai berikut :&lt;br /&gt;U = 1   2 = +10 V (3 V) = +10 V + 3 V = 13 V&lt;br /&gt;Dalam hal ini bola bermuatan  positip dibuat dengan tanda kutub plus dan bola bermuatan negatip dengan  kutub minus.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFBEDhiI/AAAAAAAAAWI/NShhi2OgwTg/s1600-h/untitled22.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209932536022562" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFBEDhiI/AAAAAAAAAWI/NShhi2OgwTg/s320/untitled22.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 155px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.22     Potensial dan tegangan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu tegangan antara dua  buah titik dinyatakan sebagai perbedaan potensial titik-titik tersebut. &lt;br /&gt;Tegangan  = perbedaan potensial (potensial difference)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Dua  buah titik pada suatu rangkaian arus terdapat potensial 1 = +10 V dan  2 = +5 V.&lt;br /&gt;Berapa besarnya tegangan antara kedua titik tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban  : U = 1  2 = 10 V  5 V = 5 V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2. Arah tegangan&lt;br /&gt;Tegangan  selalu mempunyai arah reaksi tertentu, yang dapat digambarkan melalui  suatu anak panah tegangan. Normalisasi anak panah tegangan untuk arah  tegangan positip ditunjukkan dari potensial tinggi (misalnya kutub plus)  menuju ke potensial rendah (misal kutub minus), dalam hal ini  memperlihatkan potensial tingginya adalah positip dan potensial  rendahnya adalah negatip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Pada gambar 1.23 diberikan  bermacam-macam potensial. Bagaimana arah masing-masing tegangan ?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFRjZ4eI/AAAAAAAAAWQ/W5JTYK_cYdQ/s1600-h/untitled23.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209936962478562" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFRjZ4eI/AAAAAAAAAWQ/W5JTYK_cYdQ/s320/untitled23.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 211px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 223px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.23     Anak panah tegangan pada potensial yang diberikan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  menentukan rangkaian arus sangatlah tepat menggunakan normalisasi  ketetapan arah tersebut.&lt;br /&gt;Pada pelaksanaan praktiknya hal ini berarti :&lt;br /&gt;Anak  panah tegangan untuk sumber tegangan adalah mengarah dari kutub plus  menuju ke kutub minus.&lt;br /&gt;Anak panah tegangan untuk tegangan jatuh  adalah searah dengan arah arus secara teknik, disini arus selalu  mengalir dari potensial tinggi menuju ke potensial rendah (gambar 1.24).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFqV1qqI/AAAAAAAAAWY/LbJyZinCl20/s1600-h/untitled24.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209943616465570" src="http://2.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTFqV1qqI/AAAAAAAAAWY/LbJyZinCl20/s320/untitled24.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 88px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Tahanan listrik (Resistor)&lt;br /&gt;Gerakan pembawa muatan dengan arah  tertentu di bagian dalam suatu penghantar terhambat oleh terjadinya  tumbukan dengan atom-atom (ion-ion atom) dari bahan penghantar tersebut.  "Perlawanan" penghantar terhadap pelepasan arus inilah disebut sebagai  tahanan (gambar 1.25).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTGFeADII/AAAAAAAAAWg/CDuQr7zLq2k/s1600-h/untitled25.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209950898457730" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTGFeADII/AAAAAAAAAWg/CDuQr7zLq2k/s320/untitled25.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 155px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 318px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.25     Gerakan elektron didalam penghantar logam  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan  SI yang ditetapkan untuk tahanan listrik adalah Ohm.&lt;br /&gt;Simbol formula  untuk tahanan listrik adalah R&lt;br /&gt;Simbol satuan untuk Ohm yaitu  (baca:  Ohm).  adalah huruf Yunani Omega.&lt;br /&gt;Satuan SI yang ditetapkan 1   didefinisikan dengan aturan sbb. :&lt;br /&gt;1 Ohm adalah sama dengan tahanan  yang dengan perantaraan tegangan 1 V mengalir kuat arus sebesar 1 A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian  dan kelipatan satuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 M = 1 Megaohm  =  1000000   = 106 &lt;br /&gt;1  k  = 1 Kiloohm     =        1000   = 103 &lt;br /&gt;1 m = 1 Milliohm     =      1/1000   = 10-3 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1. Tahanan jenis (spesifikasi  tahanan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan :&lt;br /&gt;Penghantar bermacam-macam bahan (tembaga,  alumunium, besi baja) dengan panjang dan luas penampang sama  berturut-turut dihubung ke sumber tegangan melalui sebuah ampermeter dan  masing-masing kuat arus (simpangan jarum) diperbandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan  memperlihatkan bahwa besarnya arus listrik masing-masing bahan  berlawanan dengan tahanannya. Tahanan ini tergantung pada susunan bagian  dalam bahan yang bersangkutan (kerapatan atom dan jumlah elektron  bebas) dan disebut sebagai tahanan jenis (spesifikasi tahanan).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTldJ5QDI/AAAAAAAAAWo/rBEufFYlak4/s1600-h/untitled26.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446210489832521778" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTldJ5QDI/AAAAAAAAAWo/rBEufFYlak4/s320/untitled26.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 304px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 220px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Gambar  1.26&lt;br /&gt;Perbandingan tahanan suatu penghantar:&lt;br /&gt;a) Tembaga&lt;br /&gt;b)  Alumunium&lt;br /&gt;c) Besi baja&lt;br /&gt;Simbol formula untuk tahanan jenis adalah   (baca: rho).  adalah huruf abjad Yunani.&lt;br /&gt;Untuk dapat membandingkan  bermacam-macam bahan, perlu bertitik tolak pada kawat dengan panjang 1 m  dan luas penampang 1 mm2, dalam hal ini tahanan diukur pada suhu 20 OC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahanan  jenis suatu bahan penghantar menunjukkan bahwa angka yang tertera  adalah sesuai dengan nilai tahanannya untuk panjang 1 m, luas penampang 1  mm2 dan pada temperatur 20 OC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan tahanan jenis adalah   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  contoh, besarnya tahanan jenis untuk :&lt;br /&gt;tembaga      = 0,0178   .mm2/m&lt;br /&gt;alumunium   = 0,0278  .mm2/m&lt;br /&gt;perak           =  0,016  .mm2/m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk nilai yang lain dapat dilihat pada tabel  (lihat lampiran 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2. Tahanan listrik suatu penghantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan  :&lt;br /&gt;Bermacam-macam penghantar berturut-turut dihubungkan ke sumber  tegangan melalui sebuah ampermeter dan masing-masing kuat arus  (simpangan jarum) diperbandingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Panjang penghantar berbeda&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTlgliuOI/AAAAAAAAAWw/QajQpCBNBBU/s1600-h/untitled27.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446210490753792226" src="http://3.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTlgliuOI/AAAAAAAAAWw/QajQpCBNBBU/s320/untitled27.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 84px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.27 Rangkaian arus dengan panjang penghantar berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Luas  penampang berbeda&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTmJfe69I/AAAAAAAAAW4/hyD9cJXsgk0/s1600-h/untitled28.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446210501734230994" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTmJfe69I/AAAAAAAAAW4/hyD9cJXsgk0/s320/untitled28.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 92px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.28 Rangkaian arus dengan luas penampang penghantar berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)  Bahan penghantar berbeda&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTmdeNlTI/AAAAAAAAAXA/L6zSVSMj41A/s1600-h/untitled29.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446210507097609522" src="http://1.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TTmdeNlTI/AAAAAAAAAXA/L6zSVSMj41A/s320/untitled29.bmp" style="cursor: pointer; display: block; height: 92px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar  1.29 Rangkaian arus dengan bahan penghantar berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  percobaan diatas terlihat bahwa :&lt;br /&gt;Tahanan listrik suatu penghantar R  semakin besar,&lt;br /&gt;a) jika penghantar l  semakin panjang&lt;br /&gt;b) jika luas  penampang A semakin kecil&lt;br /&gt;c) jika tahanan jenis  semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketergantungan  tahanan terhadap panjang penghantar dapat dijelaskan disini, bahwa  gerakan elektron didalam penghantar yang lebih panjang mendapat  rintangan lebih kuat dibanding pada penghantar yang lebih pendek.&lt;br /&gt;Dalam  hal jumlah elektron-elektron yang bergerak dengan jumlah sama, maka  pada penghantar dengan luas penampang lebih kecil terjadi tumbukan yang  lebih banyak, berarti tahanannya bertambah.&lt;br /&gt;Bahan dengan tahanan  jenis lebih besar, maka jarak atomnya lebih kecil dan jumlah  elektron-elektron bebasnya lebih sedikit, sehingga menghasilkan tahanan  listrik yang lebih besar.&lt;br /&gt;Ketergantungan tahanan listrik tersebut  dapat diringkas dalam bentuk rumus sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis  dengan simbol formula :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahanan penghantar  &lt;br /&gt;R  tahanan  penghantar dalam  &lt;br /&gt;   tahanan jenis dalam  .mm2/m&lt;br /&gt;l    panjang  penghantar dalam  m&lt;br /&gt;A  luas penampang dalam  mm2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan  diatas dapat ditransfer kedalam bermacam-macam besaran.&lt;br /&gt;Dengan  demikian secara perhitungan dimungkinkan juga untuk menentukan panjang  penghantar, tahanan jenis dan luas penampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang  penghantar  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahanan jenis  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas  penampang  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui penempatan satuan kedalam persamaan  tahanan jenis, maka diperoleh satuan tahanan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOHON MAAF  JIKA TULISAN INI KURANG SEMPURNA!!!! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-3134133139137473726?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/3134133139137473726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/konsep-dasar-listrik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3134133139137473726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/3134133139137473726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/konsep-dasar-listrik.html' title='Konsep Dasar Listrik'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_quwn-H6rGMU/S5TQpMahPgI/AAAAAAAAATg/mzwWv1IMXqY/s72-c/untitled1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-2509686273748922462</id><published>2010-05-20T02:16:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:16:12.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>Efisiensi Biaya, PLN Terapkan Listrik Prabayar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i.okezone.com/content/2009/06/02/277/225511/FEaHqcnB6U.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://i.okezone.com/content/2009/06/02/277/225511/FEaHqcnB6U.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan penggunaan listrik prabayar bagi pelanggan baru di sektor rumah tangga sebagai langkah efisiensi baik bagi pelanggan maupun PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Target utamanya efisiensi biaya, karena kalau sudah habis kreditnya maka dia putus," ujar Direktur Keuangan PLN Setyo Anggoro Dewo, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya, detail penggunaan listrik prabayar di setiap daerah berbeda-beda, tergantung efisiensi setiap daerah dan biaya administrasi niaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pilot project untuk penggunaan listrik prabayar sudah dilakukan sejak dua tahun lalu dan diterapkan di beberapa apartemen di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kreditnya tergantung dia mau bayarnya berapa, karena targetnya sambungan baru rumah tangga. Mestinya tidak seperti pulsa yang bisa hangus," tukasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-2509686273748922462?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/2509686273748922462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/efisiensi-biaya-pln-terapkan-listrik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/2509686273748922462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/2509686273748922462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/efisiensi-biaya-pln-terapkan-listrik.html' title='Efisiensi Biaya, PLN Terapkan Listrik Prabayar'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-7436746051683843164</id><published>2010-05-20T02:13:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:13:00.303-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hemat Eneregi'/><title type='text'>Listrik Prabayar PLN Makin Diminati</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/01/14/83453_pelanggan_listrik_prabayar_memasukkan_pulsa_listrik_di_meteran_300_225.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/01/14/83453_pelanggan_listrik_prabayar_memasukkan_pulsa_listrik_di_meteran_300_225.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Program listrik prabayar (prepaid) PT PLN makin diminati pelanggan. Sebab, baru empat hari menyelenggarakan pameran listrik prabayar (prepaid), PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang sudah menerima 100 pelanggan yang melakukan migrasi dari meter pasca bayar (postpaid) prabayar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Listrik prabayar merupakan cara baru bagi pelanggan untuk mengendalikan sendiri pemakaian listrik sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kekhawatiran tagihan listrik yang membengkak tidak akan terjadi lagi, mengingat semua pemakaian tergantung pada perilaku pelanggan untuk berhemat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Hal itu diakui Andika Sutejo, warga Kalideres, salah satu pelanggan yang melakukan migrasi dari pasca bayar ke prabayar sekaligus melakukan penambahan daya dari 1.300 VA (volt ampere) ke 2.200 VA.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Menurutnya dengan listrik prabayar, dia dapat mengontrol dan mengendalikan pemakaian listrik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;“Saya bisa tahu pemakaiannya, kalau pakai AC (air conditioner) lebih boros, listriknya harus saya matikan,” kata Andika.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Andika mengatakan mengenal listrik prabayar sejak PLN mulai menyosialisasikan pada tahun-tahun sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Dia mengatakan untuk proses tambah daya dari 1.300 Va ke 2.200 Va membutuhkan biaya Rp 270.000, pembelian voucher perdana Rp 20.000, dan biaya administrasi hanya Rp 5.000.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Cara baru berlangganan listrik melalui prabayar diyakini Andika lebih membudayakan sikap hemat yang harus dilakukan, mengingat masih banyak rakyat Indonesia yang belum mendapatkan kesempatan menikmati terangnya listrik. Selain karena terukur, pemakaian listrik prabayar dapat dirasakan pelanggan. Perhitungan penggunaan listrik dapat diketahui oleh pelanggan langsung.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;“Seperti pemakaian handphone yang langsung terlihat pemakaiannya,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Kemudahan lainnya ialah untuk pembelian voucher (token) listrik prabayar. Nilai token yang dibeli terdiri dari beberapa variasi harga mulai Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 250.000, Rp 500.000 dan Rp 1.000.000. Pilihan ini disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan tidak ada batas waktunya (expired).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Menurut data dari situs PLN, token dapat dibeli di Bank Bukopin beserta mitra Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank NISP, PT POS Indonesia dan mitra PT POS Indonesia, loket pelayanan PLN, dan gerai layanan PLN di mall Mangga Dua Square, ITC Cempaka Mas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Kemudian Giant Ujung Menteng, Bekasi Cyber Park, Tamini Square, Pondok Indah Mall, Poins Square Lebak Bulus, Pluit Village, Matahari Daan Mogot, Supermall Karawaci, Mall Taman Palem, Pamulang Square, dan WTC Serpong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-7436746051683843164?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/7436746051683843164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/listrik-prabayar-pln-makin-diminati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/7436746051683843164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/7436746051683843164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/listrik-prabayar-pln-makin-diminati.html' title='Listrik Prabayar PLN Makin Diminati'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-671383396757533025</id><published>2010-05-20T02:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:06:28.162-07:00</updated><title type='text'>PT. PLN Luncurkan Program Listrik Prabayar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.esdm.go.id/thumbs/cl/320/stories/pln%20prabayar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.esdm.go.id/thumbs/cl/320/stories/pln%20prabayar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;PT. PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (DJBB) meluncurkan layanan Listrik Prabayar, di Bandung, Kamis (17/1). Peluncuran dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Eddie Widiono dan dihadiri oleh Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN, Sunggu Anwar Aritonang, General Manager PLN DJBB, Murtaqi Syamsuddin, Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi, Dirut PT Pos Indonesia Hana Suryana dan beberapa direktur Bank Bukopin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Sistem prabayar merupakan terobosan dari PLN guna memberi  kesempatan seluas-luasnya kepada pelanggan untuk mengendalikan pemakaian listrik sesuai kebutuhan dan keinginan serta untuk menghindari kesalahan pencatatan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; “Listrik prabayar adalah cara baru bagi pelanggan untuk mengelola sendiri pemakaian listrik sesuai kebutuhan dan keinginannya”, demikian Direktur PLN, Edi Widiono menjelaskan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Sedangkan mengenai tarif, Edi Widiono mengatakan, “tarif listrik prabayar setara dengan harga listrik pasca bayar dengan tetap  mengacu pada ketentuan Pemerintah yang berlaku’.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Program listrik prabayar selain memiliki keunggulan dimana pelanggan dapat memantau pemakaian listriknya juga kemudahan dalam pembelian listrik (KWh isi ulang) di Anjungan Tunai Mandiri /ATM. untuk tahap awal ditawarkan di wilayah kerja PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Bandung dan selanjutnya akan diperluas untuk seluruh wilayah kerja PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Untuk mendapatkan pelayanan listrik prabayar, pelanggan dapat mengajukan ke unit pelayanan PLN terdekat. Dalam sistem ini, pelanggan dapat  membeli token (isi ulang kWh) di payment point dan ATM yang telah ditentukan. Nominal token bervariasi mulai Rp 20.000 sampai dengan Rp  500.000.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-671383396757533025?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/671383396757533025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/pt-pln-luncurkan-program-listrik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/671383396757533025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/671383396757533025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/pt-pln-luncurkan-program-listrik.html' title='PT. PLN Luncurkan Program Listrik Prabayar'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-6660474049853348346</id><published>2010-05-20T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:03:11.090-07:00</updated><title type='text'>Apa Itu Layanan Listrik Prabayar?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Kalau Anda terbiasa dimudahkan dengan layanan prabayar untuk telepon genggam, seperti itu pula yang akan Anda rasakan dengan layanan listrik prabayar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Layanan Listrik Pra Bayar merupakan bentuk pelayanan PLN dalam menjual energi listrik dengan cara pelanggan membayar dimuka. Mudahnya, sebelum menggunakan listrik dari PLN, pelanggan terlebih dahulu membeli sejumlah nominal energi listrik, sesuai yang dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Dengan cara ini, kendali penggunaan listrik sepenuhnya ada pada diri pelanggan. Kekhawatiran tagihan listrik membengkak tak perlu lagi lagi terjadi. Baik yang disebabkan oleh penggunaan listrik yang tak terkontrol maupun terjadinya kesalahan baca meter. Dengan membeli listrik di awal, hal-hal yang tidak diinginkan tersebut tak perlu lagi terjadi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Bila dibandingkan dengan penggunaan layanan pasca bayar selama ini, pelanggan relatif tak leluasa untuk mengetahui berapa besar energy listrik yang telah dikonsumsi. Pelanggan baru bisa mengetahuinya setelah waktu pembayaran atau bahkan saat akan membayar di loket PLN. Maka, tak heran jika kadang pelanggan dibuat kaget oleh tagihan yang melambung tinggi. Yang disebabkan oleh penggunaan listrik yang tak terkendali.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Dengan layanan listrik prabayar, pelanggan bukan saja bisa mengetahui sudah berapa banyak energi listrik yang dikonsumsi, namun juga dapat melihat berapa energi listrik yang masih tersisa untuk dapat digunakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Mengingat uniknya sifat layanan listrik prabayar ini, maka diperlukan alat khusus yang berbeda dengan layanan listrik pasca bayar. Alat khusus ini dinamakan kWh Meter (meteran listrik) Pra Bayar, atau lebih dikenal sebagai Meter prabayar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Setiap pelanggan prabayar akan dilengkapi dengan meter prabayar ini beserta 1 Kartu Prabayar. Meter tersebut yang akan mencatat penggunaan listrik anda. Sedang, kartu prabayar selain sebagai nomor identitas pelanggan prabayar juga berfungsi sebagai alat transaksi pembelian energi listrik. Kartu prabayar tersebut dipakai oleh pelanggan selama masih berlangganan listrik PLN.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Jadi, saat membeli energi listrik (isi ulang), pelanggan harus menunjukkan dan memberikan kartu prabayar kepada petugas PLN untuk dilakukan pengisian energi listrik. Tanpa kartu prabayar, pengisian ulang tidak dapat dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Tarip Sesuai TDL&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tarip listrik Prabayar sesuai dengan Tarip Dasar Listrik (TDL Tahun 2004), yakni Tarip Multiguna untuk pelanggan Reklame, Billboard, pedagang Kaki-Lima dsb sebesar Rp 1.380/ kWh. Bila dibandingkan dengan tarip reguler, maka listrik prabayar boleh dikatakan lebih murah. Karena pelanggan tidak perlu lagi membayar Uang Jaminan Langganan (UJL), sementara harga per kWh-nya tetap (flat). Dengan listrik prabayar, keuntungan ganda diperoleh pelanggan, disamping dapat mengkontrol pemakaian listrik sesuai kemampuan biaya, juga tidak dikenakan UJL.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Sistem Prabayar merupakan bentuk paling efisien pembayaran listrik. Karena pelanggan hanya dibebankan membeli sejumlah kredit (isi ulang) untuk kemudian dipergunakan sampai kWh listrik tersebut habis. Hal ini sama seperti penggunaan isi ulang telepon selular yang biasa kita gunakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Setiap pembelian isi ulang prabayar terdiri dari unsur:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Energi Listrik (kWh), Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Meterai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Pilihan besaran isi ulang bebas, dengan nilai minimum Rp 50.000,- s/d Rp. 5.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tidak ada Biaya Beban&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Menggunakan listrik prabayar, murah dan nyaman kan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-6660474049853348346?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/6660474049853348346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/apa-itu-layanan-listrik-prabayar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/6660474049853348346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/6660474049853348346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/apa-itu-layanan-listrik-prabayar.html' title='Apa Itu Layanan Listrik Prabayar?'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-7685223083818319041</id><published>2010-05-19T21:22:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T21:22:32.731-07:00</updated><title type='text'>Daftar Isi Artikel</title><content type='html'>Analisa Sistem Tenaga Listri&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Download Tutorial Analisa Sistem Daya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Elektromekanis Dalam Sistem Tenaga (bagian I)&lt;br /&gt;Elektromekanis Dalam Sistem Tenaga (bagian II, Tamat)&lt;br /&gt;Hubungan Daya Aktif dan Frekuensi&lt;br /&gt;Keandalan dan Kualitas Listrik&lt;br /&gt;Kualitas Daya Listrik (Power Quality) - bagian 1 - New !!&lt;br /&gt;Tutorial Analisa Sistem Daya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animator dan Software&lt;br /&gt;Animasi Generator DC dan Generator AC&lt;br /&gt;Animasi Motor DC&lt;br /&gt;Genius Maker versi 2.1, Software Edukasi&lt;br /&gt;PLTN Simulator&lt;br /&gt;Scientific Calculator&lt;br /&gt;Simulasi Pembangkit Listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel dan Berita Listrik Nasional&lt;br /&gt;200 MW PLTD Dapat Disubstitusi dengan PLTP Skala Kecil - New !!&lt;br /&gt;Bahaya Listrik&lt;br /&gt;Berita Listrik Nasional Sepanjang Tahun 2009&lt;br /&gt;Cara Hemat Listrik&lt;br /&gt;Cara Hemat Listrik - 2&lt;br /&gt;Daftar Regulasi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Di Indonesia - New !!&lt;br /&gt;Energi Surya dan Prospek Pengembangannya di Indonesia&lt;br /&gt;Fitur Baru dari "Dunia Listrik"&lt;br /&gt;Forum Dunia Listrik&lt;br /&gt;Gangguan Kesehatan akibat Radiasi Elektromagnetik&lt;br /&gt;Hydro Fuel Cell&lt;br /&gt;Jaringan Internet melalui Kabel Listrik&lt;br /&gt;Listrik Penyebab Kebakaran?&lt;br /&gt;Listrik Prabayar Cegah Pembengkakan Biaya&lt;br /&gt;Open Source Menyelamatkan Pasokan Listrik di Australia&lt;br /&gt;PLN Bangun Interkoneksi Sumatera-Malaysia&lt;br /&gt;PLN Berharap Bank Cina Biayai Proyek Listrik 10000 MW&lt;br /&gt;PLN Siapkan 3 Langkah Atasi Krisis Listrik di Sumatra&lt;br /&gt;PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)&lt;br /&gt;Pemerintah Siap Bangun 93 Pembangkit Listrik Baru - New !!&lt;br /&gt;Penggunaan Alat Penghemat Listrik Di Rumah&lt;br /&gt;Peranan Kapasitor Dalam Penggunaan Energi Listrik&lt;br /&gt;Perbaikan Faktor Daya Menggunakan Kapasitor&lt;br /&gt;Perlindungan Peralatan Elektronika dari Sambaran Petir&lt;br /&gt;Peta Potensi Energi Nasional&lt;br /&gt;Potensi PLTA Indonesia 70.000 MW&lt;br /&gt;Program Percepatan Ketenagalistrikan 10.000MW&lt;br /&gt;Project DL-1 dan Author Baru di Dunia Listrik&lt;br /&gt;Prospek Penggunaan Transmisi HVDC dengan Kabel Laut di Indonesia&lt;br /&gt;Resume Ketenagalistrikan Nasional di Tahun 2008&lt;br /&gt;Sejarah Listrik Nasional dan Perkembangannya&lt;br /&gt;Sejarah PLN Jawa Barat, Cikal Bakal Berdirinya Indonesia Power&lt;br /&gt;Selamat Hari Listrik Nasional ke-63&lt;br /&gt;Sistem Hybrid Photovoltaik dan peningkatan sosial-ekonomi masyarakat desa oeledo&lt;br /&gt;Strategi Penyediaan Tenaga Listrik Jangka Panjang Untuk Sistem Jawa-Madura-Bali (JAMALI)&lt;br /&gt;Target Kelistrikan Nasional di Tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Teknik Elektro&lt;br /&gt;Bahaya Listrik&lt;br /&gt;Battery ( Batere )&lt;br /&gt;Electrostatic Precipitator&lt;br /&gt;Elektromagnet&lt;br /&gt;Fase Listrik&lt;br /&gt;Fenomena Elektrostatis dan Tegangan Listrik&lt;br /&gt;Fluksi Medan Magnet, Kuat Medan Magnet dan Kerapatan Fluksi Magnet&lt;br /&gt;Hubungan Daya Aktif dan Frekuensi&lt;br /&gt;Hukum Interaksi Biot Savart&lt;br /&gt;Hukum induksi magnetik Faraday&lt;br /&gt;Hukum-Hukum Dasar Listrik&lt;br /&gt;Ilmu Bahan Listrik - Dasar&lt;br /&gt;Instalasi Penerangan: Teori Dasar Pencahayaan&lt;br /&gt;Jenis-jenis Plug dan Socket Listrik&lt;br /&gt;Konsep Energi dan Daya Listrik&lt;br /&gt;Mengenal peralatan instalasi listrik rumah tinggal&lt;br /&gt;Metode Paralel Generator Sinkron&lt;br /&gt;Prinsip Dasar Listrik&lt;br /&gt;Prinsip Kemagnetan&lt;br /&gt;Proses Penyampaian Energi Listrik&lt;br /&gt;Sifat-Sifat Listrik Dielektrik&lt;br /&gt;Sinkronisasi&lt;br /&gt;Sistem 3 Fasa&lt;br /&gt;Sistem Satuan dan Ukuran Standar Kelistrikan&lt;br /&gt;Teori Dasar Listrik&lt;br /&gt;kode angka dalam sistem kelistrikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handbook&lt;br /&gt;Download E-book Electric Drives and Electromechanical Systems&lt;br /&gt;Download Electrical Science Handbook - Gratis&lt;br /&gt;Download Tutorial Analisa Sistem Daya&lt;br /&gt;Electrical Power Cable Engineering&lt;br /&gt;PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)&lt;br /&gt;Power-plant Control and Instrumentation - The Control of Boilers and HRSG Systems&lt;br /&gt;Tutorial Analisa Sistem Daya&lt;br /&gt;Tutorial Motor Listrik&lt;br /&gt;energy-efficient electric motor selection handbook&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instalasi Penerangan&lt;br /&gt;Instalasi Penerangan: Teori Dasar Pencahayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin Listrik&lt;br /&gt;Animasi Generator DC dan Generator AC&lt;br /&gt;Animasi Motor DC&lt;br /&gt;Dasar-Dasar Elektromekanik&lt;br /&gt;Download E-book Electric Drives and Electromechanical Systems&lt;br /&gt;Generator DC&lt;br /&gt;Generator Sinkron&lt;br /&gt;Klasifikasi Mesin Listrik&lt;br /&gt;Komponen-Komponen Transformator / Transformer / Trafo&lt;br /&gt;Motor Listrik&lt;br /&gt;Motor Listrik AC Satu Fasa&lt;br /&gt;Perawatan dan Pemantauan Kondisi Transformator&lt;br /&gt;Perubahan Reaktansi Mesin Listrik Pada Saat Terjadi Gangguan&lt;br /&gt;Prinsip Kerja Generator sinkron&lt;br /&gt;Standarisasi Motor Listrik&lt;br /&gt;Tap Changer (Perubah Tap) Pada Transformator - New !!&lt;br /&gt;Transformator&lt;br /&gt;Turbin Gas - bagian I&lt;br /&gt;Turbin Gas-bagian II&lt;br /&gt;Tutorial Motor Listrik&lt;br /&gt;energy-efficient electric motor selection handbook&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Kontrol&lt;br /&gt;AVR (Automatic Voltage Regulator)&lt;br /&gt;Belajar Dasar SCADA&lt;br /&gt;Belajar Membuat Ladder OMRON&lt;br /&gt;Daftar Istilah SCADA&lt;br /&gt;Dasar-Dasar PLC&lt;br /&gt;Dasar-Dasar Pneumatik - New !!&lt;br /&gt;Penggunaan Baterai Aki Pada Pusat Pembangkit Listrik&lt;br /&gt;Power-plant Control and Instrumentation - The Control of Boilers and HRSG Systems&lt;br /&gt;SCADA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Pembangkitan dan Konversi Energi&lt;br /&gt;AVR (Automatic Voltage Regulator)&lt;br /&gt;Dasar-Dasar Elektromekanik&lt;br /&gt;Electrostatic Precipitator&lt;br /&gt;Faktor-Faktor Dalam Pembangkitan&lt;br /&gt;Generator DC&lt;br /&gt;Generator Set (GENSET)&lt;br /&gt;Generator Sinkron&lt;br /&gt;Keandalan Pembangkit&lt;br /&gt;Konversi Daya - New !!&lt;br /&gt;Konversi Energi Elektro-Mekanis&lt;br /&gt;Metode Paralel Generator Sinkron&lt;br /&gt;Mikrohydro&lt;br /&gt;Panduan Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro&lt;br /&gt;Pembangkit Listrik Panas Bumi (1)&lt;br /&gt;Pembangkit Listrik Panas Bumi (2)&lt;br /&gt;Penentuan Kapasitas Pembangkitan PLTP (Geothermal Power Plant)&lt;br /&gt;Pengaturan Tegangan Generator Sinkron&lt;br /&gt;Penggunaan Baterai Aki Pada Pusat Pembangkit Listrik&lt;br /&gt;Persoalan Pokok pada Pembangkit Tenaga Listrik&lt;br /&gt;Prinsip Dasar Thermodinamika untuk Pembangkit Listrik&lt;br /&gt;Prinsip Kerja Generator sinkron&lt;br /&gt;Proses Penyampaian Energi Listrik&lt;br /&gt;Sistem Eksitasi&lt;br /&gt;Sistem-Sistem Pendukung pada GenSet&lt;br /&gt;Studi Peralatan Pembangkit dan Penggerak Mula&lt;br /&gt;Turbin Angin sebagai Alternatif Pembangkit Listrik&lt;br /&gt;Turbin Gas - bagian I&lt;br /&gt;Turbin Gas-bagian II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Proteksi dan Pentanahan&lt;br /&gt;Belajar Dasar SCADA&lt;br /&gt;Circuit Breaker - Sakelar Pemutus Tenaga/PMT-bagian I&lt;br /&gt;Circuit Breaker - Sakelar Pemutus Tenaga/PMT-- Bagian II, Tamat&lt;br /&gt;Daftar Istilah SCADA&lt;br /&gt;Dasar-Dasar Sistem Proteksi&lt;br /&gt;Karakteristik Relai Jarak (Distance Relay), Pola Proteksi dan penyetelan Relai Jarak - New !!&lt;br /&gt;Proteksi Generator&lt;br /&gt;Proteksi Penyulang - Kordinasi Relay Arus Lebih dan Hubung Singkat&lt;br /&gt;Relai Jarak / Distance Relay&lt;br /&gt;Relay Arus Lebih&lt;br /&gt;Reverse Power Relay&lt;br /&gt;SCADA&lt;br /&gt;Sistem Pentanahan&lt;br /&gt;Transformator Ukur&lt;br /&gt;lightning arrester&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Transmisi dan Distribusi&lt;br /&gt;Belajar Dasar SCADA&lt;br /&gt;Circuit Breaker - Sakelar Pemutus Tenaga/PMT-bagian I&lt;br /&gt;Circuit Breaker - Sakelar Pemutus Tenaga/PMT-- Bagian II, Tamat&lt;br /&gt;Contoh Menentukan Sambungan Trafo Daya - New !!&lt;br /&gt;Daftar Istilah SCADA&lt;br /&gt;Gejala Korona Pada Sistem Tegangan Tinggi&lt;br /&gt;Klasifikasi Saluran Transmisi Berdasarkan Tegangan&lt;br /&gt;Komponen Utama Saluran Transmisi Udara&lt;br /&gt;Konduktor dan Kawat Tanah Pada Saluran Transmisi Udara&lt;br /&gt;Konfigurasi Hubungan Belitan Transformator 3 fasa&lt;br /&gt;Masalah Radiasi Tegangan Tinggi&lt;br /&gt;Menara Listrik (Tower Listrik)&lt;br /&gt;Pemeliharaan Switchgear&lt;br /&gt;Pengaruh Udara Pada korona dan Tegangan Kritis Korona&lt;br /&gt;Penggunaan Overhead Groundwire Sebagai Pelindung Transmisi Tenaga Listrik dari Sambaran Petir&lt;br /&gt;Pengukuran Medan Listrik dan Medan Magnet di bawah SUTET 500kV&lt;br /&gt;Perawatan dan Pemantauan Kondisi Transformator&lt;br /&gt;Perlengkapan Gardu Induk&lt;br /&gt;Proses Terjadinya Busur Api Pada Circuit Breaker - New !!&lt;br /&gt;SCADA&lt;br /&gt;Saluran Transmisi&lt;br /&gt;Sistem Distribusi Tenaga Listrik&lt;br /&gt;Tap Changer (Perubah Tap) Pada Transformator - New !!&lt;br /&gt;Tegangan Transmisi dan Rugi-Rugi Daya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh&lt;br /&gt;James Clerk Maxwell (1831-1879)&lt;br /&gt;Michael Faraday (1791-1867)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilmu Bahan Listrik&lt;br /&gt;Ilmu Bahan Listrik - Bahan Penyekat&lt;br /&gt;Ilmu Bahan Listrik - Dasar&lt;br /&gt;Ilmu Bahan Listrik - Logam Non Ferro&lt;br /&gt;Konduktor&lt;br /&gt;Proses Terjadinya Busur Api Pada Circuit Breaker - New !!&lt;br /&gt;Sifat-Sifat Listrik Dielektrik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-7685223083818319041?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/7685223083818319041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/daftar-isi-artikel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/7685223083818319041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/7685223083818319041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/daftar-isi-artikel.html' title='Daftar Isi Artikel'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3871514382438356757.post-2775183476340633031</id><published>2010-05-19T21:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T21:08:26.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transformator'/><title type='text'>Tap Changer (Perubah Tap) Pada Transformator</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/98/Transformer_flux.gif/300px-Transformer_flux.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/98/Transformer_flux.gif/300px-Transformer_flux.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tap changer adalah alat perubah perbandingan transformasi untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder yang lebih baik (diinginkan) dari tegangan jaringan / primer yang berubah-ubah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Untuk memenuhi kualitas tegangan pelayanan sesuai kebutuhan konsumen (PLN Distribusi), tegangan keluaran (sekunder) transformator harus dapat dirubah sesuai keinginan. Untuk memenuhi hal tersebut, maka pada salah satu atau pada kedua sisi belitan transformator dibuat tap (penyadap) untuk merubah perbandingan transformasi (rasio) trafo.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Ada dua cara kerja tap changer:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;1. Mengubah tap dalam keadaan trafo tanpa beban. Tap changer yang hanya bisa beroperasi untuk memindahkan tap transformator dalam keadaan transformator tidak berbeban, disebut “Off Load Tap Changer” dan hanya dapat dioperasikan manual (Gambar 1).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/80/Drehstromtransformater_im_Schnitt_Hochspannung.jpg/180px-Drehstromtransformater_im_Schnitt_Hochspannung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/80/Drehstromtransformater_im_Schnitt_Hochspannung.jpg/180px-Drehstromtransformater_im_Schnitt_Hochspannung.jpg" width="116" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;2. Mengubah tap dalam keadaan trafo berbeban. Tap changer yang dapat beroperasi untuk memindahkan tap transformator, dalam keadaan transformator berbeban, disebut “On Load Tap Changer (OLTC)” dan dapat dioperasikan secara manual atau otomatis (Gambar 2).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/7/75/Tap_changing.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/7/75/Tap_changing.gif" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Transformator yang terpasang di gardu induk pada umumnya menggunakan tap changer yang dapat dioperasikan dalam keadaan trafo berbeban dan dipasang di sisi primer. Sedangkan transformator penaik tegangan di pembangkit atau pada trafo kapasitas kecil, umumnya menggunakan tap changer yang dioperasikan hanya pada saat trafo tenaga tanpa beban.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;OLTC terdiri dari :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;1. Selector Switch&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;2. diverter switch&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;3. transisi resistor&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Untuk mengisolasi dari bodi trafo (tanah) dan meredam panas pada saat proses perpindahan tap, maka OLTC direndam di dalam minyak isolasi yang biasanya terpisah dengan minyak isolasi utama trafo (ada beberapa trafo yang compartemennya menjadi satu dengan main tank).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Karena pada proses perpindahan hubungan tap di dalam minyak terjadi fenomena elektris, mekanis, kimia dan panas, maka minyak isolasi OLTC kualitasnya akan cepat menurun. tergantung dari jumlah kerjanya dan adanya kelainan di dalam OLTC.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Semoga bermanfaat, HaGe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3871514382438356757-2775183476340633031?l=teknikptl.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://teknikptl.blogspot.com/feeds/2775183476340633031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/tap-changer-perubah-tap-pada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/2775183476340633031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3871514382438356757/posts/default/2775183476340633031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://teknikptl.blogspot.com/2010/05/tap-changer-perubah-tap-pada.html' title='Tap Changer (Perubah Tap) Pada Transformator'/><author><name>Supriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13408625021500813816</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_R040979wuCI/S9Z3XRrKaoI/AAAAAAAAABE/6qyWZhlaYms/S220/manis.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
